Kemandirian Energi, Bali Bidik Potensi Arus Laut dalam Forum APEX 2026

0
75
Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kemandirian energi bersih dalam forum APEX 2026 di Kuta. Bali siap optimalkan potensi arus laut. (ist).

InfoJembrana.com | BADUNG- Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan energi berkelanjutan demi menyokong sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali kini tengah membidik teknologi eksplorasi lepas pantai untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan dari wilayah perairan. Pernyataan tersebut muncul saat pembukaan Simposium Explorasi Lepas Pantai Asia-Pasifik atau APEX 2026 yang berlangsung di Hotel Padma Kuta pada Rabu kemarin.

“Ini sejalan dengan forum, karena teknologi eksplorasi lepas Pantai di Asia Pasifik dan khususnya di Indonesia tentunya mengutamakan efisiensi, termasuk juga dengan menggunakan energi baru terbarukan melalui optimalisasi potensi dari tenaga laut baik gelombang, maupun arus laut,” ujar Wayan Koster saat memberikan sambutan di hadapan ratusan delegasi internasional.

Wayan Koster memandang forum berskala internasional ini sebagai ajang strategis bagi Bali untuk menyerap informasi teknologi terbaru. Kehadiran para pemangku kepentingan dari lima belas negara membuka peluang investasi besar pada sektor energi hijau. Bali membutuhkan pasokan listrik yang stabil guna menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat serta kenyamanan wisatawan mancanegara.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk mewujudkan ketahanan energi yang memberikan dampak bagi pembangunan nasional dan khususnya Bali,” kata Wayan Koster menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan energi.

Pemerintah Provinsi Bali sudah menuangkan komitmen kemandirian energi tersebut ke dalam berbagai regulasi daerah yang sangat ketat. Kebijakan energi bersih menjadi landasan utama dalam visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju era baru. Koster meyakini bahwa optimalisasi tenaga laut seperti arus dan gelombang akan memperkuat struktur ekonomi daerah secara mandiri.

“Ketersediaan energi berkelanjutan merupakan syarat mutlak bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia agar tetap kompetitif dalam persaingan global,” ucap Wayan Koster saat menjelaskan kaitan antara kedaulatan energi dengan keberlangsungan industri pariwisata.

Dukungan terhadap potensi besar Indonesia dalam industri eksplorasi lepas pantai juga datang dari pakar geofisika tingkat dunia. Presiden Society of Exploration Geophysicists, Joseph M. Reilly, menilai luas cekungan sedimen di wilayah perairan Indonesia sangat menjanjikan. Pemanfaatan teknologi pencitraan seismik yang akurat serta dukungan kecerdasan buatan dapat meningkatkan efektivitas penemuan sumber energi baru.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam eksplorasi lepas pantai karena didukung cekungan sedimen yang luas serta teknologi model geologi yang semakin akurat,” tutur Joseph M. Reilly saat memberikan apresiasi atas kepemimpinan Bali dalam isu keberlanjutan lingkungan.

Forum APEX 2026 ini menghadirkan sedikitnya dua ratus dua puluh lima peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi. Para ahli mendiskusikan peluang investasi serta kebijakan energi nasional yang lebih ramah terhadap ekosistem laut. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal di sektor energi masa depan.

“Pemanfaatan teknologi seperti pencitraan seismik dan dukungan kecerdasan buatan akan sangat membantu dalam meningkatkan efektivitas eksplorasi energi di masa depan,” kata Joseph M. Reilly. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here