Pastikan Layak Konsumsi, Petugas Keswan Jembrana Lakukan Pemeriksaan Daging Babi Jelang Galungan

0
16
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) melakukan pemeriksaan terhadap daging babi di sejumlah titik lokasi pemotongan, salah satunya di Desa Dangin Tukadaya, pada Senin 15 Juni 2026. Pemeriksaan ini, untuk mastikan kondisi daging babi layak dikonsumsi menjelang perayaan Hari Raya Galungan. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) melakukan pemeriksaan terhadap daging babi di sejumlah titik lokasi pemotongan, salah satunya di Desa Dangin Tukadaya, pada Senin 15 Juni 2026. Pemeriksaan ini, untuk mastikan kondisi daging babi layak dikonsumsi menjelang perayaan Hari Raya Galungan.

Kepada Bidang (Kabid) Keswan-Kesmavet Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan, ada total 31 titik lokasi pemotongan daging babi di wilayah Jembrana. Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahap yakni pemeriksaan luar (ante mortem) sebelum dipotong dan pemeriksaan dalam (post mortem) organ dalam daging.

“Pertama kita pastikan babi yang sehat sebelum di potong, kemudian setelah dipotong kita periksa organ dalam seperti, hati, patuh, jantung, pencernaan dan daging serta lainya,” jelasnya.

Sugiarta menegaskan, pemeriksaan daging babi ini, untuk memastikan tidak ada bateri, parasit maupun virus ASF yang mulai terindikasi terjadi di beberapa daerah di Bali. “Makanya kami dari bidang kesehatan hewan dan peternakan, mendatangi langsung ke lokasi pemotongan, memeriksa langsung proses pemotongan dan memastikan daging tersebut sehat dan layak dikonsumsi,” ucapnya.

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan yang melibatkan Tim Medivet di setiap kecamatan ini, tidak ditemukan indikasi kasus atau gejala yang mengarah ke virus suspect ASF. “Dari laporan petugas Medivet di lapangan belum ada laporan hasil temuan gejala suspect virus ASF,” katanya.

Namun begitu, pihaknya akan rutin turun ke lapangan melakukan monitoring dan pengecekan hewan ternak khususnya ternak babi di wilayah Jembrana, untuk memberikan pelayanan edukasi dan meningkatkan bioscurity serta memberikan disinfektan kepada peternak. “Agar virus ini tidak sampai masuk ke Jembrana,” ujarnya.

Terkait pasokan daging babi jelang Galungan maupun Kuningan ini, Sugiarta mengatakan, setok babi di peternak masih sangat mencukupi. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here