Peluncuran Program DBE, Sejumlah Menteri Batal Hadir di Jembrana

0
130
Peluncuran program Desa Bisa Ekspor (DBE) di Desa Nurasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Selasa 9 September 2025. Sumber foto : CAK/IJN.

​InfoJembrana.com | JEMBRANA – Peluncuran program Desa Bisa Ekspor (DBE) di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, yang sedianya dihadiri enam menteri Kabinet Indonesia Maju, hanya dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Selasa 9 September 2025. Ketidakhadiran dua menteri, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, menjadi sorotan karena mereka diketahui batal hadir sehari setelah diganti dari jabatan menteri.

​Menurut undangan yang disebar kepada awak media, acara peluncuran ini bertujuan untuk meningkatkan peran desa dalam perdagangan global dan memperkuat ekspor berbasis komunitas. Rencananya, program ini akan diluncurkan oleh enam menteri, yaitu Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Namun, dari daftar panjang tersebut, hanya dua menteri yang datang.

​Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan bahwa program DBE adalah inisiatif kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, serta sejumlah lembaga terkait lainnya. “Produk-produk di desa itu sangat banyak, tetapi sebagian besar belum terstandarisasi,” ujar Budi Santoso. Ia menambahkan, program ini bertujuan untuk mewujudkan aksi nyata dalam meningkatkan ekspor dari desa-desa ke pasar global.

​Selain menyiapkan pelatihan untuk standarisasi produk, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Desa juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu contoh keberhasilan yang disorot adalah produk kakao dari desa devisa LPEI yang berhasil diekspor ke Prancis sebanyak 12,5 ton senilai Rp 12,4 miliar. Keberhasilan lain termasuk ekspor 1,5 juta benih bandeng ke Filipina dan produk hortikultura ke Singapura.

​Setelah meninjau langsung proses produksi kakao di Koperasi Kerta Semaya Samaniaya, Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri Desa secara simbolis melepas tiga truk berisi kakao yang akan diekspor ke Eropa, menandai dimulainya era baru bagi produk-produk desa untuk menembus pasar global. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here