Ratusan Gigitan Anjing Sebulan, Jembrana Gelar Divaksinasi Massal

0
31
Petugas dari Keswan-Kesmavet melaksanakan gebyar vaksinasi rabies massal di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin 13 April 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

Info​Jembrana.com | JEMBRANA – Dalam kirimin waktu sebulan kasus gigitan anjing mencapai rata-rata 500 kasus sejak awal tahun di Jembrana. Hingga bulan April tercatat ada 21 kasus positif rabies. Untuk menekan penyebaran kasus positif rabies, Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi memulai gerakan vaksinasi rabies massal perdana di tahun 2026.

​Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, tercatat 21 kasus gigitan positif rabies terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026. Menanggapi situasi tersebut, “Gebyar Vaksinasi” pun langsung diterjunkan di dua wilayah prioritas.

​Pada hari pertama pelaksanaan, petugas di lapangan bergerak cepat menyisir pemukiman warga di dua kecamatan. Hasilnya, sebanyak 840 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) berhasil mendapatkan suntikan vaksin, dengan rincian, Kecamatan Mendoyo, sebanyak 734 ekor (Anjing & Kucing) dan Kecamatan Melaya sebanyak 106 ekor (Anjing & Kucing).

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Jembrana, ​I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menegaskan bahwa tahun ini pemerintah memasang target yang lebih ambisius.

​”Kami menargetkan cakupan vaksinasi tahun 2026 minimal mencapai 80 persen dari total estimasi populasi 40.400 ekor anjing. Angka ini meningkat dibanding capaian tahun lalu yang berada di angka 72 persen,” ungkap Sugiarta.

​Masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan dosis. Saat ini, Kabupaten Jembrana mengantongi stok 12.400 dosis vaksin yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Bali.

​”Stok vaksin sangat mencukupi. Jika nantinya terjadi kekurangan di tengah jalan, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk pengadaan tambahan,” tambahnya.

​Melalui vaksinasi massal ini, Jembrana berharap dapat memutus rantai penularan rabies dan memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman gigitan hewan peliharaan yang terinfeksi. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here