Di Rentang Januari Hingga Maret 2026, Pungutan Wisatawan Asing Bali Tembus Rp71 Miliar

0
33
Ilustrasi kunjungan WNA di Bandara Ngurah Rai.

InfoJembrana.com | DENPASAR- Arus kas daerah dari sektor pariwisata menunjukkan performa gemilang pada awal tahun ini di Pulau Dewata. Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatatkan kenaikan signifikan pada penerimaan retribusi dari turis mancanegara selama periode triwulan pertama. Pemerintah daerah optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga mencapai target akhir tahun yang telah ditetapkan.

“Realisasi pungutan wisatawan asing Januari sampai dengan Maret 2026 sebesar Rp71,449 miliar lebih dan naik dari periode tahun lalu sebesar 11,63 persen,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, Selasa, 14 April 2026.

Pertumbuhan pendapatan ini berbanding lurus dengan jumlah kedatangan pelancong internasional yang terus mengalir deras ke bandara. Data terbaru menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sudah menembus angka 1,645 juta jiwa lebih. Peningkatan tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,4 persen jika kita membandingkan dengan data statistik pada periode yang sama.

“Untuk wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 1,645 juta kunjungan atau meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Sumarajaya menjelaskan detail kenaikan jumlah turis.

Sektor domestik juga turut memberikan kontribusi positif terhadap denyut nadi ekonomi pariwisata di wilayah tersebut. Jumlah pelancong lokal kini telah menyentuh angka 968.313 orang berdasarkan data sementara yang dihimpun dinas. Angka ini mengalami kenaikan sekitar empat persen sekaligus memperkuat fondasi industri wisata di tengah persaingan global.

“Sementara wisatawan domestik mencapai 968.313 orang atau naik sekitar empat persen meskipun data tersebut masih bersifat sementara,” tuturnya saat memaparkan laporan statistik.

Pemerintah Provinsi Bali tetap mematok target penerimaan yang sangat tinggi guna mendanai berbagai program pelestarian budaya. Otoritas pariwisata menetapkan angka Rp500 miliar sebagai sasaran utama yang harus dicapai pada penghujung tahun nanti. Nilai tersebut mencerminkan ambisi besar pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi dari setiap kunjungan warga negara asing.

“Yang PWA ditargetkan 500 miliar itu, mudah-mudahan bisa tercapai sepenuhnya pada akhir tahun nanti,” ucap Sumarajaya terkait target pungutan wisatawan asing.

Sumarajaya mengakui bahwa sasaran penerimaan tahun ini memang tergolong cukup berat bagi jajaran birokrasi daerah. Realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya hanya menyentuh angka Rp369 miliar meskipun target yang dipasang tetap sama. Pihaknya harus bekerja lebih keras untuk menutup selisih angka yang cukup lebar agar program pembangunan berjalan lancar.

“Kalau targetnya kan sama dengan tahun lalu, cuma tahun lalu kan realisasinya Rp369 miliar, jadi itu masih tinggi targetnya,” jelasnya secara lugas.

Dinas Pariwisata kini mulai merancang strategi baru guna menekan angka turis yang belum membayar retribusi wajib. Kerja sama dengan pemerintah pusat menjadi prioritas utama untuk memperkuat sistem pengawasan di pintu masuk utama. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap wisatawan asing memberikan kontribusi finansial sesuai dengan peraturan daerah.

“Mudah-mudahan kita dengan imigrasi bisa bekerja sama sehingga kebocoran itu bisa diatasi melalui sinkronisasi data yang lebih akurat,” tegas Sumarajaya mengakhiri keterangannya. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here