
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Rencana strategis pelebaran dermaga Landing Craft Mechanized (LCM) Pelabuhan Gilimanuk akhirnya menemui titik terang setelah melalui rapat koordinasi lintas instansi, Kamis 5 November 2026. Proyek vital ini difokuskan untuk menyelesaikan persoalan klasik yang kerap dikeluhkan, yakni kapal kandas saat air surut serta memangkas kemacetan panjang antrean kendaraan penyeberangan.
Dalam proyek ini, pelebaran akan memanfaatkan lahan seluas 56,72 meter persegi yang berada di kawasan Plaba Pura Segara Gilimanuk. Meski berada di atas aset Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pemkab Jembrana yang dimanfaatkan desa adat, rencana tersebut mendapatkan lampu hijau dari pihak Desa Adat Gilimanuk dengan sejumlah catatan penting.
Dermaga LCM Gilimanuk Diperlebar: Desa Adat Setuju dengan Sejumlah Catatan
Bendesa Adat Gilimanuk, Nengah Naya, menegaskan bahwa pihaknya pada prinsipnya mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas pelabuhan demi kepentingan umum. Namun, mengingat lokasinya yang bersinggungan langsung dengan kawasan suci, pihak desa adat mengajukan sejumlah kesepakatan tertulis (hitam di atas putih) sebelum pengerjaan dimulai.
Beberapa poin syarat yang diajukan di antaranya relokasi bangunan toilet yang terdampak agar dikembalikan seperti semula, perbaikan senderan atau penahan abrasi di sekitar pura yang diduga tergerus aktivitas baling-baling kapal, serta komitmen ASDP dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pelestarian lingkungan pura.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menyambut baik proyek yang diyakini mampu mendongkrak kelancaran arus bongkar muat kendaraan ini. Ia menekankan pentingnya sinergi yang harmonis antara ASDP, pemerintah kelurahan, dan desa adat agar aspirasi masyarakat lokal terakomodasi dengan baik.
Otoritas Tekankan Kamtibmas Selama Proyek
Pihak otoritas terkait, termasuk Kepala UPP Kelas II Gilimanuk, Mustajib, serta Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP I Komang Renta, turut menekankan pentingnya pemaparan teknis yang matang serta kesiapan pengamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama proyek berlangsung.
Rangkaian kegiatan koordinasi ini kemudian ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi rencana perluasan di area Plaba Pura Segara Gilimanuk dan pengecekan kondisi senderan yang rusak, guna memastikan proyek infrastruktur nasional dapat berjalan selaras dengan penghormatan terhadap adat dan kawasan suci setempat. CAK/IJN

