
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Hari apes memang tidak tertulis di kalender. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua peristiwa kebakaran beruntun dilaporkan melanda Kabupaten Jembrana, Jumat 23 Oktober 2026 malam hingga Sabtu 24 Oktober 2026 siang.
Meski tidak merenggut korban jiwa, insiden ini sempat membuat warga panik sekaligus menjadi alarm keras akan bahaya kelalaian kecil dalam mengawasi bara api yang dapat memicu kebakaran.
Berdasarkan data dari kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jembrana, peristiwa pertama terjadi di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 Wita.
Sebuah merajan taksu milik warga setempat, I Ketut Sudiasa (46), mendadak dilalap si jago merah saat pemilik rumah tengah beristirahat. Kobaran api pertama kali disadari oleh anak korban yang hendak ke kamar mandi.
Pemilik rumah sempat berjibaku memadamkan api menggunakan APAR 1 kilogram dan air seadanya sebelum akhirnya regu pemadam tiba dengan empat armada. Kebakaran yang diduga kuat berasal dari sisa dupa persembahyangan ini mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp 3,5 juta.

Sehari Berselang, Lahan 10 Are di Melaya Terbakar
Belum genap sehari berselang, bencana serupa kembali terulang di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Sabtu siang. Kali ini, amukan api melahap lahan perkebunan seluas 10 are dari total 2 hektare milik seorang petani bernama I Nyoman Gerudug (71).
Berbeda dengan kejadian pertama yang bersumber dari aktivitas persembahyangan, kebakaran lahan ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan pemilik lahan sehari sebelumnya.
Beruntung, kesigapan warga sekitar yang bahu-membahu memadamkan api sebelum Regu III Damkar Jembrana tiba berhasil mencegah perluasan area terbakar. Penanganan tuntas dalam waktu sekitar 15 menit dengan mengerahkan tiga armada serta menghabiskan 6.500 liter air.
Damkar Imbau Warga Waspada Bara Api
Menanggapi rentetan insiden ini, Kasi Damkar dan Penyelamatan Jembrana, Kade Bagus Darmawan, melayangkan imbauan tegas kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
“Pastikan bara api, baik dari dupa persembahyangan maupun sisa pembakaran sampah di lahan terbuka, benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kelalaian kecil terbukti dapat memicu kerugian materiil yang merugikan,” tegas Bagus Darmawan, Sabtu sore.
Pihak Damkar Jembrana kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu segera melapor jika mendapati potensi atau kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum api merambat lebih luas. CAK/IJN

