
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Imbas aksi pemblokadean dan protes para sopir truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, mendadak lumpuh total sejak Sabtu 26 September 2026 malam hingga Minggu 27 September. Ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan parah yang ekor antreannya mengular hingga sejauh 10 kilometer.
Penumpukan kendaraan dialami oleh armada yang hendak masuk ke kapal maupun yang masih berada di luar area pelabuhan. Petugas di lapangan mencatat, pada Sabtu malam ekor antrean membentang dari pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk hingga menembus kawasan hutan Mbah Temon di Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya.
Kondisi penumpukan yang meluber hingga ke pemukiman ini memicu keresahan warga lokal. Ketiadaan petugas di titik-titik krusial membuat deretan truk berukuran besar nekat menerobos masuk ke gang-gang sempit warga demi mencari jalan pintas.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, membenarkan banyaknya keluhan warga yang terganggu saat beraktivitas harian maupun hendak beribadah. Truk-truk besar kerap menutup akses jalan, khususnya di area depan Pasar Gilimanuk dan Masjid Al-Mubarok.
“Warga banyak yang keberatan karena kendaraan besar masuk gang. Padahal sebelumnya sudah ada rapat koordinasi dengan kepolisian dan ASDP, tapi fenomena antrean ini tetap terjadi,” ujar Tony, Minggu 27 September 2026. Ia menambahkan, kantong parkir pelabuhan yang Penuh sesak membuat barisan kendaraan meluber ke Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk hingga mengganggu warga yang sedang menggelar hajatan.
Memasuki Minggu siang, ekor antrean kendaraan dari arah Bali terpantau mulai menyusut meski masih mengular hingga kawasan Monumen Lintas Laut Gilimanuk.
Guna mencegah kekacauan meluas, jajaran Polres Jembrana menerjunkan personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta untuk memperkuat pengamanan serta mengurai titik-titik sumbatan di sepanjang jalur utama.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Mudiarsa, menegaskan situasi secara umum masih terkendali. Pihaknya terus bersiaga untuk mengatur arus lalu lintas demi menjamin keamanan para pengguna jasa penyeberangan.
“Situasi secara umum tetap aman dan kondusif. Kepadatan ini murni dampak dari penutupan akses masuk Pelabuhan Ketapang pasca-aksi protes para sopir truk,” terang AKP Alit Mudiarsa.
Kepolisian mengimbau para pengemudi untuk tetap tertib, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan tidak menyerobot jalur yang dapat memperparah kemacetan. CAK/IJN

