Sisa Bara Pembakaran Sampah Picu Dua Kebakaran

0
49
Petugas pemadam melakukan pemadaman kebakaran akibat sisa bara api sampah di kawasan Pura Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Sabtu 5 September 2026 malam. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Bara api yang disangka padam kembali memicu bahaya. Dalam satu malam, dua peristiwa kebakaran melanda wilayah Jembrana akibat sisa pembakaran sampah dan limbah yang ditinggalkan tanpa pengawasan ketat, Sabtu 5 September 2026.

Insiden pertama menimpa kawasan Pura Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Kebakaran yang melahap area tebing seluas 50 meter persegi tersebut bermula dari pembersihan sampah oleh juru sapu pada Kamis 3 September 2026. Sisa pembakaran yang dibuang ke jurang diduga kembali membara dua hari kemudian.

Penjaga Pura Rambut Siwi, Ketut Suardiana, pertama kali melihat kobaran api sekitar pukul 18.00 WITA. Karena lokasi tebing yang curam dan sulit dijangkau, upaya pemadaman manual yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Laporan kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

Petugas Regu 2 Damkar Satpol PP Jembrana mengerahkan tiga armada ke lokasi. Pemadaman membutuhkan waktu sekitar 80 menit dan menghabiskan 5.000 liter air hingga lokasi benar-benar aman.

Belum usai penanganan di Mendoyo, laporan kebakaran kedua diterima sekitar pukul 20.00 WITA dari Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya. Sumarto (50) mendapati tumpukan limbah kayu sisa mebel di belakang rumahnya telah dilalap si jago merah.

Warga sempat bergotong royong memadamkan api, namun kewalahan hingga akhirnya meminta bantuan petugas. Satu armada Damkar dikerahkan dan berhasil menjinakkan api dalam kurun waktu 30 menit menggunakan 3.500 liter air.

Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dari kedua musibah ini, pihak berwenang meminta warga ekstra waspada.

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, Kade Bagus Darmawan, mengimbau masyarakat untuk memastikan setiap pembakaran benar-benar padam total sebelum ditinggalkan.

“Bara yang terlihat mati kerap kali menyimpan panas yang berpotensi menyulut kebakaran besar kembali, terutama saat tertiup angin atau berada di lingkungan yang kering,” imbau Darmawan dikonfirmasi, Minggu 6 September 2026. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here