
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Selain melimpahnya hasil tangkapan laut, Desa Cupel di pesisir Kabupaten Jembrana menyimpan kearifan lokal unik yang terus bertahan melintasi zaman. Nelayan setempat memanfaatkan armada perahu khas bernama Omplok—sampan ramping berukuran kecil yang menjadi kunci penyelamat aktivitas melaut, terutama saat cuaca ekstrem.
Beda dari jukung atau perahu tradisional pada umumnya, keunikan Omplok terletak pada penggunaan katir (sayap penyeimbang) yang hanya dipasang di satu sisi perahu. Desain ini membuatnya sangat lincah dan efektif membelah ombak.
“Omplok ini biasanya digunakan untuk membantu mengambil hasil tangkapan nelayan yang sulit dibawa ke darat saat ombak besar,” jelas Aziz, nelayan Banjar Rening, Desa Cupel, di sela-sela Lomba Omplok Layar Festival Budaya Masjid Pantai Bali, Sabtu 25 Juli 2026.
Seiring berjalannya waktu, sarana transportasi warisan leluhur ini terus beradaptasi. Dari yang dulunya berbahan kayu murni, kini banyak memanfaatkan fiberglass (resin) yang jauh lebih ringan dan mudah dikendalikan.
Tak hanya untuk mengangkut hasil laut, Omplok kini mulai dilirik sebagai sarana wisata sport fishing (olahraga memancing) berkapasitas dua orang. CAK/IJN

