
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Menjaga citra Bali sebagai destinasi dunia dimulai dari gerbang utamanya. Pemerintah Kelurahan Gilimanuk bersama jajaran TNI, Polri, instansi pelabuhan, hingga komunitas lokal turun ke jalan menggelar aksi gotong royong berskala besar, Jumat 24 Juli 2026 pagi.
Aksi dalam rangka kegiatan Jumat Bersih dan Indonesia Asri 2026 ini difokuskan pada pembersihan sampah plastik di sepanjang koridor jalan nasional, mulai dari kawasan Pura Segara, area ikonik Patung Siwa, hingga depan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Gilimanuk, Kecamatan Melaya.
Dimulai pukul 07.30 WITA, sebanyak 80 personel gabungan bahu-membahu menyisir jalur utama lintas Jawa-Bali. Petugas berhasil mengumpulkan sedikitnya 500 kilogram (setengah ton) sampah plastik dan residu seperti styrofoam serta botol bekas. Seluruh sampah yang terkumpul langsung diangkut menggunakan armada Viar menuju TPS.
Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma, yang memimpin langsung apel sebelum aksi, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan jalur protokoler ini.
“Gilimanuk adalah pintu masuk utama Pulau Bali. Kebersihan dan kenyamanan kawasan ini menjadi cermin pertama bagi setiap wisatawan maupun warga yang baru tiba,” ujar Tony.
Tak sekadar aksi bersih-bersih di jalanan, kata Lurah Tony, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi edukasi berkesinambungan untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga).
Tony mengungkapkan bahwa pola pengelolaan sampah mandiri di tingkat warga Gilimanuk menunjukkan tren positif. “Untuk pemilahan sampah organik dan non-organik di tingkat warga sudah berjalan. Bahkan untuk sampah organik, warga sudah mulai secara mandiri membuat teba modern (sistem pengolahan sampah organik tradisional yang dimodernisasi) di rumah masing-masing,” tambahnya.
Langkah konsisten ini diharapkan dapat mengokohkan Gilimanuk tidak hanya sebagai gerbang transit yang sibuk, tetapi juga kawasan yang asri, bersih, dan ramah lingkungan. CAK/IJN

