Seminggu, Lima Kebakaran Lahan Terjang Jembrana

0
30
Petugas Damkar Jembrana berjibaku memadamkan kebakaran lahan di wilayah Pekutatan, Jembrana, Senin 20 Juli 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Cuaca ekstrem berupa kemarau panjang dan angin kencang memicu rentetan bencana kebakaran lahan di Kabupaten Jembrana. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, tercatat sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan dan hutan yang melalap puluhan are kawasan perkebunan warga.

Bahkan dalam sehari, pada Senin 20 Juli lalu, dua lokasi berbeda di Kecamatan Pekutatan hangus dilalap si jago merah. Kebakaran hebat tersebut diduga kuat dipicu oleh gesekan ranting pohon kering yang tersulut akibat suhu panas serta hembusan angin kencang. Untuk menanggulangi kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman, petugas Pemadam Kebakaran pengerahan tiga unit armada ke lokasi kejadian.

Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, membenarkan maraknya insiden ini. Ia mengungkapkan bahwa dalam sepekan, wilayah Kecamatan Jembrana, Mendoyo, dan Pekutatan menjadi daerah yang terdampak kebakaran tersebut.

“Di Jembrana dalam seminggu terakhir sudah terjadi lima kali kebakaran lahan. Luasannya cukup signifikan, meski beruntung tidak ada korban jiwa,” ujar Eko Susila, Kamis 23 Juli 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan yang berpotensi memicu api, seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Hembusan angin kencang saat ini sangat cepat menerbangkan bara api ke area kering sekitarnya.

Selain ancaman kebakaran, kondisi cuaca ekstrem ini juga memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Jembrana. Berdasarkan prediksi BMKG Bali, musim kemarau diprakirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Pemerintah daerah mengimbau warga agar lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi air bersih guna mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here