Sasar Kucing, Jembrana Amankan Stok Vaksin Rabies

0
12
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Distan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil langkah taktis dalam memerangi ancaman rabies. Tidak lagi hanya berfokus pada anjing, Dinas Pertanian dan Pangan (Distan Pangan) Jembrana kini mulai memprioritaskan vaksinasi pada kucing seiring ditemukannya indikasi kasus yang melibatkan hewan tersebut. Langkah ini didukung oleh ketersediaan stok vaksin yang diklaim masih sangat aman.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Distan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, memastikan bahwa pasokan vaksin dari Pemerintah Provinsi Bali sejauh ini berjalan tanpa kendala. Pasokan tersebut dinilai sangat mencukupi untuk melindungi populasi anjing di Jembrana yang saat ini tercatat sekitar 40.400 ekor, sekaligus menyasar hewan penular lainnya.

“Dengan adanya indikasi kasus yang melibatkan kucing sebagai hewan yang berpotensi menularkan rabies, kami akan memprioritaskan vaksinasi kucing selain anjing,” ujar Sugiarta, Senin 8 Juni 2026.

Hingga Juni 2026, Distan Pangan Jembrana mencatat ada 33 kasus rabies pada hewan. Meski angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, pemerintah daerah enggan kecolongan. Terlebih, sepanjang tahun 2026 ini telah ditemukan satu kasus suspek rabies pada manusia yang terjadi di Banjar Kembangsari, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Untuk menekan risiko penularan, program vaksinasi massal terus digenjot secara bertahap. Setelah menyisir Kecamatan Melaya dan Negara, petugas medik veteriner kini bersiap melanjutkan jadwal vaksinasi ke seluruh kecamatan lainnya di Jembrana. Selain vaksinasi, sosialisasi pengendalian populasi hewan peliharaan juga gencar dilakukan.

Sugiarta mengingatkan masyarakat bahwa rabies tidak hanya menular melalui anjing, melainkan juga lewat kucing dan hewan berdarah panas lainnya seperti kera. Oleh karena itu, kesadaran pemilik hewan menjadi kunci utama memutus rantai penularan ini.

Pihak otoritas dengan tegas mengimbau warga agar menjadi pemilik yang bertanggung jawab dengan rutin melakukan vaksinasi dan tidak membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di luar rumah.

“Kami mewajibkan pemilik hewan peliharaan untuk melakukan vaksinasi dan memastikan hewan dipelihara dengan baik, tidak dilepasliarkan karena berpotensi meningkatkan risiko penularan rabies,” tegas Sugiarta. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here