
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Tanpa kantongi bekal dan selembar pun kartu identitas, modal nekat tiga anak jalanan bergaya punk asal Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk melancong ke Bali harus kandas di ujung Barat Pulau Dewata.
Langkah mereka dihentikan oleh aparat Kelurahan Gilimanuk pada Senin 3 Agustus 2026 pagi sekitar pukul 07.30 WITA, tepat saat mereka sedang menyusuri jalan menuju sebuah minimarket untuk mengamen.
Lurah Gilimanuk, IB Tony Wirahadikusuma, membenarkan penertiban tiga remaja jalanan tersebut. Ketiganya diidentifikasi dua orang laki laki dan satu perempuan diantaranya, Zahra Salsa Vila (15) asal Sidoarjo, Veri Ismahuda (21) asal Semarang dan Risky Putra Pratama (13) asal Semarang.
”Mereka mengaku sudah empat hari berada di area Gilimanuk setelah menumpang truk secara berantai dari Semarang dan Sidoarjo. Rencananya, mereka ingin lanjut bermain hingga ke Kabupaten Tabanan dengan mengandalkan hasil mengamen,” terang IB Tony Wirahadikusuma, dikonfirmasi Selasa 4 Agustus 2026.
Namun, lantaran sama sekali tidak membawa kartu identitas (KTP) maupun uang saku yang memadai, niat mereka untuk berlibur terpaksa dibatalkan. Demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan para remaja tersebut, petugas langsung mengarahkan ketiganya ke Pos Pemeriksaan KTP untuk didata.
Usai pendataan, pihak kelurahan mengambil tindakan tegas namun humanis dengan memulangkan ketiganya kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk pada hari yang sama. CAK/IJN

