Gara-gara Salah Paham Antre, Sopir Duel di Gilimanuk, ini Kronologisnya!

0
134
Kedua sopir berdamai setelah sempat baku hantam akibat salah paham saat mengantre masuk ke kapal di area parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, pada Sabtu 6 Juni 2026 pagi sekitar pukul 07.50 WITA. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Kericuhan sempat mewarnai area parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, pada Sabtu 6 Juni 2026 pagi sekitar pukul 07.50 WITA. Akibat salah paham saat mengantre masuk ke kapal, dua orang sopir terlibat duel sengit hingga salah satunya pingsan akibat terkena bogem mentah.

​Perkelahian fisik ini melibatkan G. Aditya Saputra (28), seorang sopir truk asal Banyuwangi, dan Rizal Darmawan (33), sopir travel asal Jember.

​Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula ketika antrean kendaraan menuju kapal sedang mengular panjang.

​Peristiwa berawal saat Aditya (sopir truk) tengah tertidur pulas di dalam kabin truknya sembari menunggu antrean bergerak. Rizal (sopir travel) kemudian datang membangunkan Aditya dengan maksud memintanya memajukan truk, karena antrean sudah bergerak ke depan.

​Karena terkejut baru bangun tidur, Aditya langsung refleks mengemudikan truknya. Namun, bukannya melaju ke depan, truk tersebut justru bergerak mundur dan menyenggol bagian depan mobil travel Rizal hingga rusak.

​”Melihat mobilnya rusak, Rizal emosi hingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada perkelahian fisik. Dalam duel tersebut, Aditya terkena pukulan di bagian wajah hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri,” papar Yuli.

​Beruntung, aksi adu jotos tersebut tidak berbuntut panjang setelah petugas keamanan (security) pelabuhan sigap melerai keduanya. Aditya yang tak sadarkan diri langsung dievakuasi ke Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah situasi mendingin dan Aditya siuman, pihak keamanan pelabuhan langsung mengambil langkah mediasi. Kedua sopir akhirnya menyadari kekhilafan masing-masing dan memilih jalan damai.

​Kasus ini dipastikan tidak berlanjut ke ranah hukum setelah kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan bersama untuk tidak saling menuntut secara pidana maupun perdata.

​Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo juga meluruskan narasi keliru yang sempat beredar di media sosial. “Kedua sopir sudah melanjutkan perjalanan. Jadi yang viral di sosmed itu keliru. Bukan dikeroyok, melainkan murni perkelahian satu lawan satu akibat salah paham,” pungkasnya. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here