
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Nahas nasib Saiful Bahri, (47), warga Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Korban ditemukan mengambang di perairan Pantai Muara Perancak, Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu sore 10 Mei 2026, setelah berusaha menyelamatkan dua bocah yang hanyut terseret arus.
Dari informasi, insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Korban saat itu sedang mengantar tahu bersama tiga anak laki-laki, satu diantaranya merupakan anak kandung korban. Setelah mengantar tahu, korban bersama tiga bocah tersebut bermain di pantai setempat.
Tak lama berselang, dua dari tiga bocah tersebut terseret arus pantai. Korban yang tidak jauh dari lokasi langsung spontan menolong kedua bocah itu. Meski sempat menyelamatkan mereka, nasib malang menimpa korban. Ia justru ikut terseret dalam pusaran arus laut yang deras, sehingga mereka bertiga terombang-ambing di pinggir pantai.
Kondisi tersebut pun dilihat seorang saksi bernama Iwan Dahilin, nelayan setempat yang tengah memancing menggunakan sampan. Saksi dikejutkan oleh pemandangan seorang pria mengambang, dan dua bocah laki-laki terombang-ambing di air sambil berteriak meminta pertolongan.
Tanpa ragu, Iwan segera memacu sampannya menuju lokasi. Iwan sigap menarik kedua anak tersebut ke atas perahu dan membawa mereka ke tepian dalam kondisi selamat. Setelah memastikan kedua anak aman, ia kembali ke tengah perairan untuk mengevakuasi tubuh korban yang sudah dalam posisi mengambang.
Korban segera dilarikan ke Puskesmas II Negara. Namun, pihak puskesmas menyatakan warga Kelurahan Lelateng tersebut telah wafat sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
“Berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, terdapat busa dan darah dari hidung serta mulut korban, ciri khas korban tenggelam,” ungkap Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, Senin 11 Mei 2026.
Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga yang menolak proses autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap arus perairan yang tidak menentu, terutama saat beraktivitas bersama anak-anak di wilayah pantai. CAK/IJN

