Mimih! Dua Pekerja Cafe di Gilimanuk Terindikasi Positif HIV Usai Tes Darah

0
21
Aparat Kelurahan Gilimanuk bekerjasama dengan Puskesmas 2 Melaya menggelar pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing) terhadap pekerja hiburan malam (cafe) serta pendataan pendataan penduduk pendatang (Duktang), Senin 20 April 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Dua dari belasan pekerja hiburan malam (cafe) di Kelurahan Gilimanuk terindikasi positif HIV. Hasil ini menyusul sehari pasca dilakukannya tes VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau cek darah terhadap belasan pekerja di dua lokasi cafe pada Senin 20 April 2026 lalu.

“Iya ada dua ditemukan terindikasi positif HIV, setelah dilakukan skrining awal,” ujar Kepala Puskesmas 2 Melaya, dr. GN. Arya Widhikarma, saat dikonfirmasi Rabu 22 April 2026.

Arya menyebut, bahwa pemeriksaan HIV ada tiga tahapan. Setelah hasil tes tahap awal terindikasi positif, akan dilakukan kembali tes tahap kedua dan ketiga. Tiga tahap ini untuk memastikan bahwa pasien bisa dinyatakan positif HIV, jika hasil seluruhnya positif.

“Tahap awal baru indikasi saja. Nanti akan ada Reagen 2 selanjutnya Reagen 3. Tahapan ini sensitivitasnya itu beda. Lebih sensitif dan lebih spesifik. Jika ketiganya tetap positif, baru bisa dikatakan pasien itu positif (HIV),” jelasnya.

Namun, lanjut Arya, jika tahap kedua positif dan ketiga hasilnya negatif, maka akan ada jeda waktu lagi selama tiga bulan, akan dilakukan tes kembali. “Kalau skrining 1 dan 2 positif dan skrining 3 negatif, kita belum bisa mengatakan bahwa itu positif (HIV). Jadi kita harus melakukan tes lagi setelah tiga bulan,” katanya.

Sebelumnya, aparat Kelurahan Gilimanuk bekerjasama dengan Puskesmas 2 Melaya menggelar pemeriksaan VCT (Voluntary Counseling and Testing) terhadap pekerja hiburan malam (cafe) serta pendataan pendataan penduduk pendatang (Duktang), Senin 20 April 2026.

Sebanyak 11 orang pekerja hiburan malam di Kelurahan Gilimanuk dilakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining untuk HIV AIDS dan pemeriksaan dahak untuk penyakit TBC.

Tujuannya adalah sebagai bentuk kontrol dan membatasi penyebaran dan penularan penyakit, baik HIV-AIDS maupun TBC. Hingga saat ini di Kelurahan Gilimanuk tercatat ada 18 kasus Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 16 kasus. Dari belasan kasus tersebut temuan dari pemeriksaan puskesmas maupun rumah sakit, yang merupakan warga Gilimanuk.

Terpisah, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, akan segera berkordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan meluasnya kasus ODHA tersebut. “Kita akan berkordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinkes Kabupaten melalui Puskesmas yang ada di Kelurahan Gilimanuk dan sosialisasi awal kepada masyarakat, baik melalui undangan sosialisasi maupun melalui media sosial tentang penyakit menular seksual dan penyakit menular lainya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggencarkan pemeriksaan kesehatan atau skrining baik TBC dan HIV kepada warga, melalui pengambilan sampel di beberapa lokasi, baik di tempat hiburan malam, pelabuhan, terminal dan juga dikalangan warga masyarakat.

“Mengingat kasus HIV AIDS ini justru rentan terjadi pada mereka yang berusia muda, bahkan ibu rumah tangga seperti yang disampaikan oleh petugas yang menangani masalah penyakit menular ini,” pungkasnya. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here