Banjir Terjadi Disejumlah Titik di Jembrana, Antrean Kendaraan Hingga Arus Lalin Jalan Nasional Sempat Terhenti

0
1009
Kondisi akses jalan Nasional, jalur Denpasar Gilimanuk di Desa Gumbrih yang terendam banjir dipantau oleh petugas kepolisian, Jumat 7 Juli 2023. Sumber foto : istimewa

InfoJembranaNews – Cuaca buruk hujan deras yang melanda kabupaten Jembrana, sejak Kamis malam hingga Jumat sore 7 Juli 2023, menyebabkan banjir melanda beberapa titik di wilayah Jembrana. Cuaca buruk juga mengakibatkan antrian kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk hingga aktifitas arus lalu lintas di jalan Nasional, tepatnya di Desa Gumbrih, Pekutatan sempat terhenti.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana menunjukkan bahwa air hujan telah menggenangi jalan-jalan protokol di Kota Negara, seperti Jalan Ngurah Rai dari depan SPBU hingga Pasar Umum Negara. Akibatnya, lalu lintas menjadi tersendat. Banjir juga terjadi di Jalan Sahadewa, Kelurahan Banjar Tengah, dan Jalan Sudirman di depan Pengadilan Negeri Jembrana. Banjir ini dipicu oleh saluran air yang tidak mampu menampung jumlah hujan yang meluap ke jalan raya.

Selain itu, sejumlah titik di kawasan yang sering dilanda banjir juga terendam. Desa Pengambengan menjadi salah satu daerah yang terkena dampak parah. Bahkan di kawasan Sirkuit All In One, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Beberapa warga pun mengungsi ke kantor desa setempat. Selain itu, banjir juga terjadi di beberapa titik di wilayah Desa Kaliakah, terutama di kawasan Polsek Negara ke utara.

Kawasan Desa Tegal Badeng Timur juga tidak luput dari banjir. Di Kelurahan Lelateng, empat rumah warga di Lingkungan Awen Lelateng terendam banjir. Hujan deras juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di tengah jalan. Beberapa titik antara lain di Jalan Pulau Irian, wilayah Desa Budeng, jalur utama Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa Banyubiru depan MIN 5 Negara, dan di Banjar Munduk Kemoning, Desa Dangin Tukadaya.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra, pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan assessment dan monitoring di lapangan. “Anggota kami masih berada di lapangan, dan ini data sementara,” tambahnya.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan berupa tenda, sembako, dan air bersih khususnya kepada warga yang terisolir, seperti di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, dan Desa Pengambengan. “Pohon yang tumbang di depan MIN 5 Negara sempat menyebabkan antrian kendaraan, tetapi kami sudah mengantisipasinya,” ujarnya.

Sementara, banjir juga menggenangi ruas jalan Nasional, jalur utama Denpasar Gilimanuk di Desa Gumbrih, tepatnya di depan kantor Perbekel Desa Gumbrih. Air menggenangi jalan cukup tinggi, menyebabkan terganggunya akses lalu lintas dari kedua sisi, baik arah Denpasar maupun arah Gilimanuk.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana membenarkan kondisi tersebut sempat mengganggu lalu lintas di wilayah Pekutatan. “Jalur utama, tepatnya di depan kantor Desa gumbrih tidak bisa dilewati karena air cukup tinggi di jalur utama, jalur denpasar -gilimanuk (arah ke timur maupun kebarat) sementara belum bisa dilewati,” ucapnya.

Disisi lain, antrian kendaraan juga terjadi hingga di luar Pelabuhan Gilimanuk. Bahkan pada Jumat sekitar pukul 09.00 WITA, ekor kendaraan mencapai 1 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Dari informasi, antrian kendaraan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan perbaikan salah satu dermaga di Pelabuhan Gilimanuk. dk/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here