Waspada Pancaroba! Bali Dikepung Cuaca Ekstrem dan Rob

0
Ilustrasi banjir rob melanda kawasan pesisir Bali saat pancaroba
Ilustrasi banjir rob melanda kawasan pesisir Bali. Sumber foto: Ilustrasi/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba, wilayah Bali, khususnya Kabupaten Jembrana, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bali, awal November 2026 ini menjadi penanda dimulainya periode cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman gelombang tinggi.

Staf BMKG Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi, mengungkapkan bahwa catatan suhu udara maksimum di wilayah ini sempat menyentuh angka 33 derajat Celsius dengan kecepatan angin dari arah tenggara mencapai 30 kilometer per jam. Kombinasi faktor atmosfer tersebut meningkatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba disertai petir berdurasi singkat.

Gelombang Tinggi Ancam Selat Bali dan Perairan Selatan Jembrana

Tidak hanya di daratan, ancaman serius juga mengintai kawasan perairan dan pesisir Bali. BMKG mengeluarkan peringatan khusus bagi para nelayan serta masyarakat yang beraktivitas di laut mengingat potensi peningkatan tinggi gelombang laut di Selat Bali bagian selatan serta perairan selatan Jembrana.

Fenomena Perigee Picu Banjir Rob

Situasi ini semakin diperparah oleh fenomena astronomi Perigee, posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, yang memicu dinamika pasang surut air laut ekstrem.

“Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir waspadai potensi pasang maksimum atau banjir rob dalam beberapa hari ke depan, terutama di kawasan Selat Bali dan perairan selatan Bali,” tegas Trayi Budi, Rabu 4 November 2026.

Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi demi keselamatan bersama, di antaranya menghindari berteduh di bawah pohon rindang saat terjadi hujan deras guna meminimalisir risiko tersambar petir atau tertimpa dahan patah akibat angin kencang.

Selain itu, mewaspadai ancaman banjir rob bagi warga yang berdomisili di kawasan pesisir Selat Bali dan perairan selatan serta rutin memantau informasi resmi mengenai prakiraan cuaca terkini melalui kanal komunikasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di laut. CAK/IJN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini