Dua Ekor Sapi di Jembrana Mati Mendadak, Satu Terkonfirmasi Positif Rabies

0
Sapi mati mendadak di Pangyangan yang positif rabies
Kasus sapi mati mendadak kembali terjadi di wilayah timur Jembrana, tepatnya di Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kasus kematian dua ekor ternak sapi secara mendadak kembali mengguncang Kabupaten Jembrana. Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, satu ekor di antaranya sapi berusia tiga bulan di Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, dikonfirmasi positif terjangkit virus rabies setelah sebelumnya diduga sempat digigit anjing liar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula dari laporan peternak pada 27 Oktober 2026 lalu. Sapi tersebut sempat menunjukkan gejala klinis khas rabies sebelum akhirnya tenggelam dan mati di dekat sungai.

“Ya memang benar, ada sapi yang digigit anjing rabies di Desa Pangyangan. Digigit ada dua ekor dan yang positif rabies satu ekor,” kata Sugiarta, dikonfirmasi, Selasa 3 November 2026.

Gejala Klinis Khas Rabies Sebelum Sapi Mati di Pangyangan

Sebelum mati, kata Sugiarta, sapi malang tersebut memperlihatkan perubahan perilaku yang drastis, mulai dari hipersalivasi (air liur berlebihan menyerupai busa) hingga bertindak agresif. Karena lokasi kandang yang berada di dekat aliran sungai, sapi itu sempat melompat ke air sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa oleh warga. Petugas yang sigap langsung mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, yang kemudian membuahkan hasil positif rabies.

“Ketika hendak didekati untuk diperiksa, sapi tersebut justru meloncat ke sungai, karena kandang sapi memang berada dekat sungai,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, ancaman susulan kembali terdeteksi di lokasi yang sama pada Minggu 1 November 2026. Seekor sapi lainnya dilaporkan kembali mengalami mati mendadak. Meskipun sampel telah diamankan, pihak dinas masih menunggu hasil uji laboratorium lebih lanjut untuk memastikan status kasus kedua ini.

Anjing Liar Disisir, Eliminasi Selektif Disiapkan

Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana tidak tinggal diam. Sugiarta menjelaskan bahwa pihaknya mewaspadai keberadaan anjing-anjing liar yang diduga sengaja dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab di sekitar kawasan pantai dan tambak dekat lokasi kejadian.

“Kami akan menyisir anjing-anjing di sekitar wilayah itu, dan kegiatan penyisiran tersebut sudah berjalan. Disana sebelumnya sudah melaksanakan vaksinasi sehingga anjing-anjing di daerah itu sudah tervaksin dengan cakupan mencapai sekitar 90 persen,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi dan pencegahan jatuhnya korban lebih lanjut, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan Tim Siaga Rabies. Mengingat sebagian besar anjing peliharaan warga setempat telah mendapatkan vaksinasi dengan cakupan mencapai 90 persen, langkah tegas berupa eliminasi selektif terhadap anjing liar kini tengah dipersiapkan demi melindungi keselamatan warga dan populasi ternak lainnya. CAK/IJN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini