
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Warga pesisir Pantai Batu Kebo, Kecamatan Melaya, Jembrana, digegerkan oleh penemuan seekor mamalia laut yang terdampar dalam kondisi tak bernyawa, Senin 27 April 2026. Mamalia tersebut diidentifikasi sebagai lumba-lumba jenis Fraser’s Dolphin (Lumba-lumba Fraser) berjenis kelamin betina dewasa.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, mengungkapkan bahwa bangkai satwa dilindungi tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat tepat di atas pasir pantai.
”Warga nelayan di Melaya menemukan lumba-lumba di pinggir pantai. Saat ditemukan, kondisi satwa tersebut sudah mati,” ujar AKP I Putu Suparta saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, lumba-lumba dewasa ini memiliki panjang tubuh mencapai dua meter. Guna mengungkap penyebab pasti kematian satwa tersebut, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI langsung turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan pengambilan sampel medis.
I Wayan Ludi Pradnyawanto, petugas dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan KKP RI, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa bagian tubuh satwa untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Sampel yang diambil yakni sirip samping (pektoral), sirip ekor (fluke), dan sirip atas (dorsal). Sampel ini untuk mengidentifikasi patogen atau faktor eksternal yang menyebabkan kematian.
Setelah proses pengambilan sampel selesai, petugas bersama warga sekitar segera mengevakuasi bangkai lumba-lumba tersebut. Sesuai dengan prosedur penanganan mamalia laut yang terdampar, satwa ini kemudian dikuburkan di sekitar area pantai guna mencegah penyebaran aroma tidak sedap dan demi alasan sanitasi lingkungan.
Melalui penemuan ini, pihak KKP juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut Bali, mengingat lumba-lumba Fraser termasuk satwa yang jarang terlihat mendekat ke bibir pantai dalam kondisi normal. CAK/IJN

