Tragis! Empat Hari Hilang, Nelayan Jembrana Ditemukan Telah Dikubur di Pesisir Banyuwangi

0
85
Dua perahu yang membawa jenazah nelayan tiba di pesisir pantai Pengambengan, Jembrana, langsung dievakuasi tim SAR gabungan, Minggu sore 13 September 2026. Sumber foto: CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Upaya pencarian intensif yang digelar tim SAR gabungan selama empat hari akhirnya membuahkan hasil. I Gusti Putu Sugiarta, nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, yang dilaporkan hilang saat melaut sejak Kamis 10 September lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat ke Pantai Pengambengan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, ditemui di lokasi mengatakan, penemuan tersebut setelah serangkaian operasi penyisiran darat dan laut yang melibatkan berbagai unsur gabungan.

“Pencarian hari ke-4 nelayan yang hilang sudah kita lakukan bersama tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan ke pantai Pengambengan,” ujar Dewa Hendri, Minggu (13/9/2026).

Namun, ditemukannya jenazah korban justru memicu duka mendalam sekaligus kejanggalan besar bagi pihak keluarga. Jenazah korban diketahui sempat ditemukan oleh nelayan asal Madura pada Kamis lalu dan langsung dikuburkan di pesisir pantai Banyuwangi. Pihak keluarga yang mendapatkan informasi tersebut harus menyeberang menggunakan perahu untuk membongkar kembali makam dan membawa jenazah korban pulang ke Bali.

Keluarga mendapati sejumlah ketidaksesuaian yang dinilai mencurigakan. Salah satunya adalah laporan tempat kejadian musibah yang berbeda antara dokumen kepolisian dan temuan lapangan. Selain itu, dua rekan korban yang selamat diketahui turut menghadiri penguburan jenazah di Banyuwangi, tetapi tidak kunjung memberikan informasi kepada petugas SAR maupun keluarga yang sedang melakukan pencarian.

Istri korban, Soraya, mengungkapkan kepedihannya atas penanganan kejadian yang menimpa suaminya tersebut.

“Terakhir komunikasi hari Rabu (9 September 2026) jam 06.41 WITA. Kejadiannya Rabu siang, tetapi kru kapal baru melaporkan Kamis siang tanpa memberi tahu keluarga terlebih dahulu. Lokasi kejadian sebenarnya di perairan Senggrong Banyuwangi, tapi dilaporkan kecelakaan di perairan Pulukan,” tutur Soraya di rumah duka.

Ia juga menambahkan fakta memprihatinkan terkait dugaan keterlibatan dua rekan kapal suaminya. “Penelpon bilang kalau mau tahu lokasi penguburan suami, bisa tanya ke dua teman yang selamat. Katanya dua orang yang selamat itu ikut dalam proses penguburan. Harapan saya yang terbaik, untuk memperjuangkan hak suami saya karena ini masalah nyawa,” tegasnya.

Saat ini jenazah I Gusti Putu Sugiarta masih dititipkan di Kamar Jenazah RSUD Negara. Pihak keluarga menyatakan komitmennya untuk segera melaporkan seluruh temuan kejanggalan ini ke Polres Jembrana agar kasus dapat diusut secara tuntas dan transparan. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here