
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Upaya pencarian terhadap I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel yang hilang di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, belum membuahkan hasil. Memasuki hari kedua operasi, Jumat 11 September 2026, tim SAR gabungan yang bergerak sejak pagi hingga sore hari belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pada operasi hari kedua ini, tim SAR gabungan memperluas area pencarian dari perairan Pengambengan hingga ke perairan Air Kuning, Kecamatan Negara. Wilayah penyisiran digeser ke arah timur setelah pada hari pertama fokus di kawasan Gilimanuk hingga Pengambengan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, menjelaskan bahwa tim menyisir wilayah laut dari Pengambengan menuju Air Kuning, lalu mengarah ke selatan dan berputar kembali ke barat. Selain mengerahkan rigid inflatable boat (RIB), tim juga mengoperasikan drone thermal untuk pemantauan udara serta menerjunkan personel untuk penyisiran darat di sepanjang pesisir.
Tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah kondisi angin kencang di perairan yang memicu gelombang dan menyulitkan pergerakan armada RIB.
Sugiarta dilaporkan hilang sejak Rabu 9 September 2026 sore setelah sampan fiber yang ditumpanginya bersama dua rekannya hancur menabrak kayu mengapung di perairan Pulukan. Saat dua rekannya berhasil diselamatkan oleh nelayan lain, Sugiarta terpisah dan diduga kuat terseret arus laut. CAK/IJN

