InfoJembrana.com | JEMBRANA – Arus kendaraan yang hendak meninggalkan Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk kembali mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan pada Selasa 1 September 2026, seluruh kantong parkir di dalam kawasan pelabuhan dipenuhi antrean kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari mobil pribadi, bus penumpang, hingga angkutan barang yang menunggu giliran menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Tingginya volume kendaraan yang hendak keluar dari Bali menjadi pemicu utama kemacetan ini, terutama pada puncak kepadatan di pagi hari. Kondisi tersebut kian diperparah oleh berkurangnya kapasitas pelayanan operasional pelabuhan akibat penutupan sementara Dermaga Movable Bridge (MB) 2 yang tengah menjalani proses perbaikan.
“Antreannya karena dampak penutupan dermaga MB 2 di Pelabuhan Gilimanuk dan juga Ketapang,” jelas Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi, Selasa 1 September 2026.
Selain masalah fasilitas dermaga, proses pergantian jadwal kapal pada pagi hari turut memperpanjang jeda waktu tunggu penyeberangan. Kendaraan yang tiba di pelabuhan terpaksa tertahan menantikan rotasi kapal dari Ketapang sebelum dapat diangkut keluar Bali.
Meski demikian, petugas pelabuhan bergerak cepat melakukan rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas secara ketat. Langkah antisipasi ini berhasil menjaga agar penumpukan kendaraan tetap terkonsentrasi di dalam area parkir pelabuhan, sehingga tidak sampai meluber dan melumpuhkan jalur utama Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk.
Situasi di Pelabuhan Gilimanuk diprediksi masih akan berpotensi padat pada jam-jam sibuk selama proses perbaikan Dermaga MB 2 berlangsung. Pihak otoritas berharap pemeliharaan dermaga tersebut dapat segera selesai agar kapasitas penyeberangan kembali normal dan risiko kemacetan panjang dapat ditekan secara maksimal. CAK/IJN


