Warga Asing Hilang Terseret Arus Pantai Tembles

0
74
Tim SAR Gabungan Jembrana langsung mengarahkan personel untuk melakukan operasi pencarian seorang warga negara asing kelahiran Polandia berinisial MD (44) dilaporkan hilang usai terseret arus saat berenang di Pantai Tembles, Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Jembrana, 31 Agustus 2026. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Seorang warga negara asing kelahiran Polandia berinisial MD (44) dilaporkan hilang usai terseret arus saat berenang di Pantai Tembles, Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Korban yang diketahui sudah mahir berenang tersebut hilang sejak Minggu 30 Agustus 2026 petang dan hingga Senin 31 Agustus 2026 siang belum juga ditemukan.

Peristiwa bermula saat MD mendatangi pantai sekitar pukul 18.00 WITA bersama rekannya, NT (38), warga negara Jepang. MD memutuskan berenang sendirian tanpa pelampung, sementara NT menunggu di tepi pantai. Namun hingga pukul 21.00 WITA, MD tak kunjung kembali ke permukaan.

Pengelola tempat penginapan setempat, Made Widiarsana, mengungkapkan bahwa MD sudah tiga bulan tinggal di Desa Penyaringan dan rutin berenang di lokasi tersebut 3–4 kali sepekan. Meski korban perenang handal, Pantai Tembles memiliki area sawangan, titik pertemuan ombak dengan arus kuat yang mengalir ke tengah laut. MD diduga kuat terseret arus berbahaya tersebut.

Menanggapi laporan kehilangan, Tim SAR Gabungan Jembrana langsung mengarahkan personel untuk melakukan operasi pencarian. Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan,, menjelaskan bahwa pencarian tahap pertama dilakukan dengan mengerahkan perahu karet (rubber boat) menuju arah barat hingga Pantai Delod Berawa, disertai penyisiran darat sejauh dua kilometer ke arah timur.

“Hasil pencarian hingga siang ini masih nihil. Kami belum berani menyimpulkan kondisi korban karena belum ada bukti fisik yang ditemukan,” tegas Hendri.

Proses pencarian sorti kedua sempat tertahan akibat kondisi air laut yang sedang pasang. Tim SAR berencana kembali menurunkan perahu karet begitu air laut mulai surut guna menyisir kembali titik-titik rawan di sekitar lokasi kejadian. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here