
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pembangunan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Cekik, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (25/8/2026) sore.
Presiden Prabowo tiba di Monumen Lintas Laut Gilimanuk sekitar pukul 15.15 WITA setelah menempuh perjalanan dari Lapangan Umum Gilimanuk menggunakan helikopter. Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, Presiden menyapa warga dan pelajar yang antusias menyambut kedatangannya.
Setelah tiba di lokasi, Presiden mengikuti prosesi groundbreaking sekaligus meninjau area yang akan menjadi bagian dari pengembangan proyek PLTS tersebut.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Barat, Agus Sugiyanto, mengatakan tahapan awal persiapan lokasi telah dilakukan untuk mendukung dimulainya pembangunan.
“Untuk peletakan batu pertama, pembukaan lahan baru dilakukan sekitar satu hektare. Mengenai detail pemanfaatan lahan secara keseluruhan, nantinya dapat dikonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kehutanan,” ujar Agus.
Berdasarkan rencana proyek, pengembangan PLTS mencakup area sekitar 321 hektare yang berada di wilayah Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, kawasan sekitar Pura Tirta hingga Banjar Klatakan, Kecamatan Melaya.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Dharmawan Prasodjo, menjelaskan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan energi bersih sekaligus upaya memperkuat ketahanan energi di Bali.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp9,157 triliun atau setara 514 juta dolar AS ini menggunakan skema Independent Power Producer (IPP). PLTS tersebut dirancang memiliki kapasitas 300 GWp dan akan dilengkapi sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1.000 MWh.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2028. Sistem pembangkit nantinya akan terhubung dengan jaringan SUTT 150 kV Negara–Gilimanuk.
Pengembangan PLTS tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi hingga 470 GWp per tahun sekaligus mengurangi penggunaan BBM hingga sekitar 151 ribu kiloliter setiap tahun.
Dharmawan mengatakan pembangunan PLTS Gilimanuk sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi dan meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan.
“Pembangunan ini sejalan dengan visi Asta Cita terkait swasembada energi dan hilirisasi, dengan tujuan utama mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak pada sistem kelistrikan Bali,” jelasnya.
Di tingkat Provinsi Bali, pengembangan energi surya juga diarahkan untuk mencapai kapasitas sekitar 1.000 MWp PLTS yang didukung BESS berkapasitas 3.300 MWh. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan penggunaan energi bersih sekaligus menekan konsumsi BBM dalam sistem kelistrikan Bali. CAK/IJN

