
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Musim kemarau panjang kian menekan aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Jembrana. Penurunan drastis debit mata air pegunungan memicu krisis air bersih parah yang berdampak langsung pada fasilitas sanitasi murid di SD Negeri 2 Dauhwaru, Lingkungan Sawe Munduk Waru, Kelurahan Dauhwaru.
Keterbatasan pasokan air memaksa warga sekitar bergiliran menggunakan sumber mata air. Imbasnya, lingkungan sekolah kesulitan memenuhi kebutuhan paling mendasar siswa, mulai dari sarana cuci tangan hingga kebersihan toilet sekolah. Kondisi ini mengancam kenyamanan dan kesehatan para siswa selama beraktivitas di sekolah.
Merespons krisis tersebut, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jembrana melalui Unit Dalmas dan Bhabinkamtibmas setempat mengerahkan bantuan pasokan air bersih langsung ke bak penampungan sekolah pada Rabu 26 Agustus 2026 sekitar pukul 10.30 Wita.
Kepala SD Negeri 2 Dauhwaru, Ni Made Ari Pramitasari, mengungkapkan bahwa kelangkaan air bersih sempat mengganggu aktivitas harian murid. Bantuan air darurat dinilai sangat krusial guna menjamin sarana sanitasi anak didik tetap beroperasi.
“Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sanitasi anak-anak selama kondisi air terbatas,” ujar Made Ari.
Apresiasi senada disampaikan Kepala Lingkungan Sawe Munduk Waru, Dewa Gede Sugiarta. Ia menilai langkah cepat penanganan kekeringan sangat dibutuhkan masyarakat dan institusi pendidikan yang terdampak penurunan debit air.
Kanit Dalmas Polres Jembrana, Aiptu I Md Yudi Astawa, menegaskan bahwa penyaluran air bersih merupakan wujud tanggap darurat kepolisian dalam meringankan beban fasilitas umum yang terdampak kekeringan.
“Ketika ada keterbatasan yang dirasakan warga dan sekolah, kami berupaya hadir memberi solusi. Semoga pasokan air bersih ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para siswa,” tutur Yudi Astawa. CAK/IJN

