Jembrana Gelar Perdana WBE, Langkah Inovasi Percepatan Investasi

0
8
Suasana hari pertama, West Bali Expo di Ballroom Gedung Kesenian Ir Soekarno Kabupaten Jembrana, Jumat, 14 Agustus 2026. Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jembrana, I Made Gede Budhiarta, saat opening WBE di Ballroom Gedung Kesenian Ir Soekarno Kabupaten Jembrana, Jumat, 14 Agustus 2026. Sumber Foto : Dok. DPMPTSP/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Sebuah langkah terobosan perdana yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jembrana dengan menggelar West Bali Expo (WBE) bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir Soekarno Jembrana, Jumat – Minggu, 14 – 16 Agustus 2026. Gelar perdana serangkaian menyambut HUT Kota Negara ke 131 serta HUT Kemerdekaan RI ke 81.

Di Ballroom, tampak sudah tersedia beberapa stand sebagai pengenalan produk yang nanti dapat dipresentasikan kepada pengunjung terutama kepada para investor. Beberapa stand diisi oleh produk-produk terutama dari hasil kebun Kakao. Sejumlah produk yang dipamerkan di antaranya Koperasi Kakao Kerta Semaya Semaniya, Jecho Jembrana Cokelat Bali, Prascho, Cokelat Co Jaen San, PT Global Bisnis Tehnologi, PHRI , IPRO Potensi Investasi, Milan Lem Perekat Baja Ringan atau lem kayu, PT Sentrik (motor/mobil listrik) Arcstone Konstruksi serta Produk dari Universitas Triatma Mulya.

Di sela-sela dimulainya kegiatan WBE, Kepala DPMPTSP Jembrana, I Made Gede Budhiarta dikonfirmasi Jumat (14/8/2026) menjelaskan West Bali Expo ini merupakan salah satu strategi di dalam percepatan investasi daerah di Kabupaten Jembrana.

“Kita tahu Kabupaten Jembrana mulai dilirik investor, di mana mulai terlihat titik-titik dan itu sudah mulai kelihatan, baik di wilayah timur, tengah dan sisi barat, termasuk ada Pelabuhan Perikanan Nusantara. Hal ini kita tak bisa pasif, tetapi harus aktif. Mempersiapkan semuanya itu makanya kita membuat West Bali Expo dengan tema AI Technology, Trade, Tourism & Investment ,” terangnya.

Dari Expo ini yang telah tergabung seperti AI Technologi, UMKM khususnya produk unggulan Jembrana yakni cokelat, tourism bekerjasama dengan PHRI. Selain itu dari sisi invesment, mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki Jembrana yang sampai saat ini belum dikelola dengan maksimal, di antaranya Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Pantai Wisata Delod Berawah dan Museum Purbakala di Gilimanuk. Potensi aset-aset nantinya ada yang dikonsep ulang dan ada yang dikembangkan, termasuk juga ada yang disinergikan. Di Delod Berawah nantinya akan menjadi destinasi terintegrasi. Tak hanya difasilitasi kolam renang, wahana air, kata Budiarta tetapi di situ juga ada restauran dan villanya, membuat orang bisa bentah tinggal di sana. Begitu pula seperti di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, bisa dikembangkan lagi, lebih maksimal dengan beberapa fasilitas.

“Kedepan Expo ini kita buat rutin, karena promosi itu tidak bisa hanya sekali, tetapi harus konsisten. Nanti kita evaluasi kembali, sehingga kita menemukan satu bentuk atau pola promosi yang tepat, termasuk yang di Museum Manusia Purba Gililmanuk. Jadi konsepnya tidak lagi Gilimanuk, tetapi Museum Manusia Purba Gilimanuk akan menjadi Ikon Bali, sehingga betul-betul Gilimanuk jadi pintu gerbang Bali, ” ujar Budiartha optimis.

Di West Bali Expo ini juga melibatkan kaum muda, dengan mengajak para Jegeg Bagus sebagai penjaga masing-masing stand. Harapannya, para Jegeg Bagus bisa menyampaikan informasi yang lebih komprehensif terhadap rencana pembangunan ke depan. Termasuk di Expo ini juga menampilkan hasil karya dari mahasiswa Universitas Triatma Mulya. ADV/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here