Rumah Pemangku Pura Ludes Terbakar, Puluhan Juta Melayang

0
6
Petugas damkar melakukan pemadaman api yang melahap rumah seorang pemangku Pura Prajapati, I Wayan Keramas alias Kakek Mangku (76) di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, ludes dilalap si jago merah pada Jumat 14 Agustus 2026 siang. Sumber foto: Ist/IJN.

​InfoJembrana.com | JEMBRANA – Nasib nahas menimpa seorang pemangku Pura Prajapati, I Wayan Keramas alias Kakek Mangku (76). Rumah semipermanen miliknya yang berlokasi di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, ludes dilalap si jago merah pada Jumat 14 Agustus 2026 siang.

​Peristiwa tragis ini tak hanya membuat lansia tersebut kehilangan tempat tinggal dan menelan kerugian puluhan juta rupiah, namun juga mengakibatkan sang anak, Made Ardiantara, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh saat berupaya menyelamatkan harta benda.

​Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Pramana, membenarkan adanya musibah kebakaran yang melanda bangunan berukuran 6,5 × 5 meter tersebut.

​Berdasarkan keterangan di lokasi, insiden bermula sekitar pukul 13.30 WITA seusai Kakek Mangku melakukan persembahyangan di kamar suci. Korban kemudian beranjak ke halaman timur rumah. Tak disangka, bara dupa yang ditinggalkan memicu percikan api.

​Sekitar pukul 14.00 WITA, Ardiantara yang tengah mencuci pakaian di sumur samping rumah dikejutkan oleh kepulan asap tebal. Saat dihampiri, kobaran api rupanya telah membesar dan merembet ke seluruh ruangan. Upaya warga sekitar memadamkan api secara manual sempat kewalahan hingga akhirnya menghubungi tim pemadam kebakaran.

​”Petugas damkar yang bersiaga langsung meluncur ke lokasi untuk memadamkan amukan api,” terang Eko, dikonfirmasi Sabtu 15 Agustus 2026.

​Akibat musibah tersebut, seluruh perabotan dan dokumen penting ludes tak bersisa, meliputi tiga buah lemari kayu, kasur kapuk, tangga besi dan kayu, sound system, peralatan pertukangan, uang tunai Rp1 juta, hingga sertifikat rumah.

​”Total taksiran kerugian material mencapai Rp30 juta,” pungkas Eko.

​Menyikapi rentetan musibah yang terjadi, termasuk tiga insiden kebakaran dalam kurun waktu sehari, Eko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di musim kemarau. Warga diminta ekstra hati-hati terhadap potensi pemicu kebakaran, baik api dupa, korsleting instalasi listrik, maupun puntung rokok. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here