Diduga Akibat Dupa Sembahyang, Kebakaran Hanguskan Balai Sari di Pekutatan

0
51
Diduga akibat percikan api dupa yang terjatuh, bangunan Balai Sari milik I Kadek Dwi Loka Wijaya yang berlokasi di Jalan Galuh, Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, ludes dilahap si jago merah pada Sabtu 11 Juli 2026 malam. Musibah ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp250 juta. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Diduga akibat percikan api dupa yang terjatuh, bangunan Balai Sari milik I Kadek Dwi Loka Wijaya yang berlokasi di Jalan Galuh, Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, ludes dilahap si jago merah pada Sabtu 11 Juli 2026 malam. Musibah ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp250 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka ini bermula sekitar pukul 19.15 WITA saat salah seorang penghuni rumah, Ni Komang Cantika Aditya Putri Wijaya, melakukan ritual persembahyangan (mebanten) di pelangkiran Balai Sari. Setelah menyalakan sesajen berupa canang dan dupa, ia kemudian meninggalkan area tersebut.

Nahas, sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 21.14 WITA, korban dikejutkan oleh kobaran api yang sudah membesar dan membakar bagian atap bangunan berukuran 2,5 X 6 meter tersebut. Korban yang panik langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

“Diduga kuat kebakaran tersebut berasal dari api dupa yang jatuh, kemudian mengenai kasur spon yang berada tepat di bawah tempat sembahyang,” ungkap Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, saat dikonfirmasi pada Minggu 12 Juli 2026.

Mendapat laporan warga, personel UKL 1 Polsek Pekutatan langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Tak berselang lama, pukul 21.45 WITA, empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jembrana tiba di TKP untuk melakukan lokalisir api.

Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Pramana, mengakui adanya tantangan jarak tempuh yang cukup menuju lokasi kejadian. Namun demikian, pihaknya mastikan petugas tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan secepat mungkin guna meminimalisir dampak kebakaran.

“Jarak tempuh yang cukup jauh dari posko utama di Negara menuju wilayah Pekutatan. Personil sigap menuju TKP, usai menerima laporan,” tegasnya.

Berkat sinergi solid antara petugas Damkar, aparat kepolisian, dan gotong royong warga setempat, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 22.30 WITA. Respons cepat ini berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di pemukiman padat tersebut.

Musibah yang menimpa keluarga Dwi Loka Wijaya ini langsung memantik simpati dari jajaran pemerintah daerah. Pada Minggu pagi, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengunjungi korban sekaligus meninjau dampak kerusakan akibat kebakaran tersebut. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here