
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Di tengah berkecamuknya konflik geopolitik dan ketegangan bersenjata antarnegara yang kerap mewarnai pemberitaan global, sebuah aksi kemanusiaan yang sunyi namun bertenaga sedang berlangsung di jalanan Asia.
Arezoo Eskandari, seorang pesepeda wanita tangguh sekaligus Duta Pariwisata Isfahan, Iran, membuktikan bahwa batasan konflik dapat ditembus lewat roda sepeda. Ia berhasil menginjakkan kaki di Pulau Bali, Minggu 5 Juli 2026, setelah menempuh perjalanan darat luar biasa sejauh delapan ribu kilometer melintasi benua Asia.
Kehadiran Arezoo di Indonesia sejak Juni lalu bukan sekadar perjalanan rekreasi biasa. Melalui kampanye gaya hidup slow life, ia membawa misi besar: menyebarkan pesan perdamaian, merajut tali persaudaraan antar-bangsa, memperkenalkan kekayaan budaya Persia, sekaligus mematahkan stigma negatif yang selama ini membayangi tanah airnya. Melalui rekam jejak digital di akun Instagram miliknya, dunia dapat melihat sisi lain Iran yang ramah dan damai langsung dari sudut pandang seorang perempuan mandiri.
Saat ini, Arezoo telah tiba di Kabupaten Jembrana, ujung barat Pulau Bali. Dalam kunjungannya yang didampingi oleh petugas Balai Pelestarian Kebudayaan Bali dari Kementerian Kebudayaan Republik
Indonesia, ia berkesempatan menyelami sejarah keharmonisan lokal. Arezoo mengunjungi rumah panggung adat warga Muslim di Kelurahan Loloan Timur dan kemegahan Puri Agung Negara—pusat pemerintahan historis Kerajaan Jembrana sekaligus saksi bisu kerukunan abadi antara umat Hindu dan Muslim sejak era kerajaan silam.
“Hallo, saya Arezoo Eskandari dari Iran. Saya mengawali perjalanan ini mulai dari negara saya, kemudian ke Cina, Vietnam, Laos, Malaysia, dan sekarang di Indonesia. Saya mulai perjalanan di Indonesia dari Jakarta dan sekarang sampai di Bali. Setelah dari Bali, saya akan ke India, Nepal, dan Pakistan. Saya melakukan perjalanan ini dengan membawa misi
perdamaian dan memperkenalkan budaya Iran serta menyampaikan bahwa negara Iran adalah negara damai, dan mengajak semua orang untuk jangan takut berkunjung ke Iran,” ujar Arezoo saat diwawancarai.
Petualangan Arezoo di Pulau Dewata dijadwalkan akan berlangsung hingga Rabu mendatang. Ia akan mengeksplorasi berbagai situs wisata kebudayaan sembari terus berinteraksi dan memperkenalkan kehangatan budaya Iran kepada warga lokal yang dijumpainya. Usai menuntaskan misinya di Indonesia, pesepeda tangguh ini bersiap mengayuh kembali sepedanya menuju India, Nepal, dan Pakistan guna merampungkan misi perdamaian dunia. CAK/IJN

