Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Selat Bali

0
20
Insiden Kapal KMP Samudra Utama yang kandas akibat air laut surut drastis pada Minggu siang 17 Mei 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pengguna jasa penyeberangan dan warga pesisir Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama beberapa bulan ke depan. Selat Bali diprediksi akan dihantam cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.

Ancaman tidak hanya datang dari tengah laut. Wilayah pesisir Bali, khususnya bagian selatan dan Kabupaten Jembrana, saat ini tengah menghadapi potensi banjir rob akibat fenomena Super New Moon (fase bulan baru yang berada pada posisi terdekat dengan bumi/perigee).

Berdasarkan peringatan dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, fenomena yang terjadi sejak Minggu 17 Mei 2026 ini memicu lonjakan pasang air laut maksimum yang diprediksi bertahan hingga 22 Mei 2026.

Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Hendra, mengatakan bahwa kondisi ini merupakan siklus tahunan di Selat Bali. “Benar, cuaca ekstrem biasanya terjadi sampai bulan Agustus,” ujar Hendra, Senin 17 Mei 2026.

Senada dengan ASDP, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menjelaskan bahwa tinggi gelombang di perairan Selat Bali saat ini telah mencapai 0,75 hingga 1,5 meter. Lettu Yuli menekankan bahwa kondisi di laut sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.

“Setiap hari gelombang dan angin tidak menentu. Jika dibarengi hujan lebat seperti tadi malam dan kondisi tidak memungkinkan, akan dilakukan penundaan pelayaran,” tegas Yuli.

Merespons ancaman ini, otoritas pelabuhan bergerak cepat demi menjaga keselamatan penumpang. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) telah menginstruksikan seluruh operator kapal untuk memperketat prosedur keselamatan pelayaran. Salah satu langkah konkret yang wajib dilakukan adalah memperketat pengikatan muatan (lashing) kendaraan di atas kapal guna mengantisipasi guncangan gelombang.

Di sisi lain, terkait situasi libur panjang, pihak ASDP melaporkan bahwa arus lalu lintas keluar-masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk masih terpantau normal. Hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang yang signifikan, dan aktivitas penyeberangan masih didominasi oleh armada logistik serta truk barang. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here