Korsleting AC Hanguskan Toko di Perancak, Rugi Puluhan Jutaan

0
41
Insiden kebakaran melanda sebuah toko kelontong, Surya Arta Mart, di Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, pada Senin 20 April 2026 pagi. Dugaan kuat, percikan api dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting pada unit pendingin ruangan (AC) di dalam toko tersebut. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Insiden kebakaran melanda sebuah toko kelontong, Surya Arta Mart, di Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, pada Senin 20 April 2026 pagi. Dugaan kuat, percikan api dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting pada unit pendingin ruangan (AC) di dalam toko tersebut.

Kalaksa BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, mertua pemilik toko, Ni Wayan Ayu Surya Dewi (26), hendak membuka tempat usaha namun dikejutkan dengan gumpalan asap hitam yang keluar dari celah bangunan.

“Warga bergerak cepat memadamkan api secara mandiri sebelum sempat meluas ke seluruh bangunan,” ujar Agus Artana, dalam keterangan tertulis Selasa 21 April 2026.

Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana, kronologi bermula saat toko sudah ditutup sejak Minggu malam. Meski pemilik merasa telah mematikan seluruh perangkat listrik, titik api justru muncul dari bagian bawah instalasi AC dan merembet ke rak dagangan serta alat tulis kantor (ATK).

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp20.000.000. Sejumlah aset berharga dilaporkan hangus terbakar, di antaranya, 2 unit AC, 1 set komputer kasir, barang dagangan berupa alat tulis kantor (ATK) serta kerusakan pada bagian tembok dan atap toko.

Pihak PLN telah mengamankan aliran listrik di lokasi tak lama setelah kejadian. Sebagai langkah pemulihan, bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Jembrana tengah menyusun asesmen untuk pengajuan proposal bantuan kepada Gubernur Bali.

“Penanganan di lapangan selesai pada pukul 11.20 WITA dengan melibatkan unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat,” tutup Agus Artana. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here