Harmoni Loloan: Halal Bihalal Perkuat Toleransi Antarumat Beragama di Jembrana

0
151
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD, Lurah Loloan Timur dan Barat, Bendesa Adat Lokasari beserta jajaran, menggelar acara halal bihalal Idul Fitri di kediaman Lurah Loloan Timur pada Selasa 1 April 2025. Sumber foto: CAK/IJN.

JEMBRANA, (IJN) – Keberagaman adat dan agama telah lama menjadi ciri khas kehidupan masyarakat di Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana. Di tengah perbedaan latar belakang budaya dan keyakinan, semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama terjalin erat, diwariskan dari generasi ke generasi melalui konsep “menyame braye” (persaudaraan).

Untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan toleransi, tokoh agama dan tokoh masyarakat Loloan menggelar acara halal bihalal Idul Fitri di kediaman Lurah Loloan Timur pada Selasa 1 April 2025. Acara penuh kehangatan ini dihadiri oleh anggota DPRD, lurah Loloan Timur dan Barat, Bendesa Adat Lokasari beserta jajaran, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat lainnya.

Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya, menjelaskan bahwa silaturahmi ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan hari raya masing-masing agama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi dan mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis di Kabupaten Jembrana.

“Kami mengevaluasi kegiatan keagamaan yang telah dilaksanakan. Ke depannya, kami akan berupaya lebih baik lagi agar setiap perayaan hari raya dapat berjalan lancar, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di kelurahan dan kabupaten,” ujarnya.

Bendesa Adat Lokasari, Kelurahan Loloan Timur, I Nengah Mahadiarta, menyoroti pentingnya toleransi yang tinggi dalam pelaksanaan hari raya Nyepi di wilayah Loloan Timur. Menurutnya, saling menghormati kepercayaan masing-masing adalah kunci utama.

“Kami akan berupaya memperketat penjagaan demi keamanan dan ketertiban selama rangkaian hari Nyepi. Komunikasi yang erat akan terus kami bangun,” ungkapnya.

Mahadiarta menambahkan, telah disepakati bersama seluruh tokoh di Loloan Timur untuk menjaga tradisi toleransi yang telah lama terjalin. Kesepakatan ini bertujuan agar nilai-nilai luhur ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kami sepakat dengan Bapak Lurah, tokoh masyarakat, dan sesepuh Alim Ulama di lingkungan Loloan Timur dan Barat untuk menjaga kebersamaan dan mempererat situasi harmonis yang telah terjalin sejak dulu,” pungkasnya. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here