
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pesisir Pantai Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, kembali menjadi langganan tumpukan sampah kiriman sejak sepekan terakhir. Fenomena ini muncul rutin setiap tahun, terutama saat musim hujan dan banjir.
Sampah yang membanjiri bibir pantai sebagian besar adalah sampah plastik, mulai dari botol air mineral, botol minuman, bungkus makanan kemasan, hingga Styrofoam.
Komang Latra Jana, seorang warga Banjar Sumbersari, Desa Melaya, mengungkapkan bahwa warga Sumbersari telah berupaya memungut sampah-sampah tersebut. Ia menduga sampah ini adalah sampah kiriman dari wilayah lain, dan menyebutkan bahwa keberadaan sampah ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampahnya.
“Karena di Sumbersari merupakan daerah pariwisata dan kerap ada tamu jadi pengelola vila yang swadaya membersihkan sampah,” jelas Latra, Senin 24 November 2025.
Perbekel Melaya, Nyoman Warsana, membenarkan bahwa setiap tahun wilayah Melaya Pantai, Sumbersari, hingga Tirta Empul di Klatakan, selalu terdampak. Ia menduga kiriman sampah kali ini adalah dampak dari banjir besar di Jawa.
“Dalam pekan ini kan terjadi banjir besar di Jawa secara otomatis karena arus yang larinya ke pesisir pantai wilayah kami, jelas akan terdampak menumpuknya sampah di pinggir pantai desa kami,” ujar Warsana.
Untuk penanganan, Warsana berencana melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan pantai. Namun, saat ini kegiatan tersebut tertunda karena adanya hari raya. Ia berharap ke depannya, tidak ada lagi sampah plastik kiriman yang mencemari lingkungan pantai mereka. CAK/IJN

