
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana pada Jumat 30 Oktober lalu memicu bencana tanah longsor di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Menanggapi laporan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bergerak cepat menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian pada Selasa 3 November 2026.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dipimpin oleh Kabid KL I Nyoman Winata bersama Danton TRC Frena Ade Cahyawan dan Tim TRC Regu III, longsor disebabkan oleh penggerusan tanah akibat curah hujan tinggi yang terjadi sekitar pukul 18.30 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian senderan bangunan tempat suci milik salah satu warga, I Made Artika (49).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, melalui keterangan resminya pada Rabu 4 November 2026 menjelaskan bahwa pendataan detail dilakukan untuk memastikan penanganan lanjutan dapat terarah dengan baik.
Rincian Kerugian Rp31 Juta
Adapun rincian dampak kerusakan serta estimasi kerugian material yang dirilis BPBD Jembrana meliputi: Senderan (panjang ±4 meter, tinggi 3 meter): Rp20.000.000, Pelinggih Sanggah Kemulan: Rp5.000.000, Pelinggih Sanggah Kawitan: Rp3.000.000 dan Pelinggih Sanggah Taksu: Rp3.000.000.
“Dari pendataan tersebut, total kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp31 juta,” ungkapnya.
Tanpa Korban Jiwa
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan situasi terpantau aman tanpa adanya kebutuhan mendesak yang bersifat darurat. Operasi asesmen yang melibatkan unsur Pusdalops BPBD Jembrana ini berjalan lancar dan selesai dalam waktu singkat.
Menyikapi insiden ini, BPBD Jembrana terus mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan masih mengintai wilayah Bali dalam beberapa waktu ke depan. CAK/IJN

