Tanggul Jebol dan Sedimentasi Ancam Sungai Bilukpoh saat Musim Hujan Tiba

0
Warga melihat tanggul Sungai Bilukpoh yang jebol
Warga melihat kondisi tanggul Sungai Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo, Jembrana kembali jebol setelah diterjang banjir beberapa hari lalu. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Ancaman nyata kembali menghantui kawasan aliran Sungai Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo. Tanggul sungai yang berfungsi sebagai pelindung wilayah tersebut dilaporkan kembali jebol setelah diterjang banjir beberapa hari lalu. Kondisi ini diperparah oleh parahnya sedimentasi atau pendangkalan alur sungai, yang membuat warga sekitar kembali diliputi kekhawatiran mendalam setiap kali musim hujan tiba.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik tanggul yang jebol berada di sisi timur sebelah selatan Jembatan Bilukpoh, tepatnya di wilayah yang membelah Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan. Kelian Banjar Anyar Kelod, I Kadek Winastra, mengungkapkan bahwa kerusakannya kali ini mencapai panjang sekitar 25 meter.

“Benar, tanggul jebol sepanjang sekitar 25 meter. Sebelumnya, pada 2025 lalu, tanggul juga pernah jebol sepanjang 50 hingga 60 meter,” ujar Winastra, Selasa 3 November 2026. Ia menambahkan, tanggul tersebut sebenarnya sempat mendapatkan perbaikan pada Mei 2024. Namun, belum genap berusia satu tahun, infrastruktur pengendali banjir itu kembali tak kuasa menahan terjangan arus air.

Sedimentasi Masif di Utara dan Selatan Jembatan

Selain ancaman dari jebolnya badan tanggul, masalah krusial yang mendesak untuk segera ditangani adalah sedimentasi masif di sisi utara maupun selatan jembatan. Aliran sungai yang kian mendangkal dan melebar ke arah timur membuat kapasitas tampung air menurun drastis. Akibatnya, potensi air meluap hingga ke badan jembatan dan permukiman warga menjadi sangat tinggi saat debit air meningkat.

“Kami mohon agar pengerukan bisa segera dilakukan. Warga sangat mengharapkan bantuan ini agar sungai tidak kembali meluap saat hujan deras,” tegas Winastra.

Perbekel Tutup Jalan, Usulkan ke PUPRhub

Menanggapi situasi darurat ini, Perbekel Penyaringan, I Made Dresta, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi kejadian. Sebagai langkah antisipasi awal demi keselamatan bersama, akses jalan di sekitar lokasi terpaksa ditutup sementara waktu.

“Untuk sementara, jalan kami tutup agar tidak dilalui warga karena kondisinya membahayakan. Kami juga sudah mengusulkan penanganan darurat ini kepada Dinas PUPRhub Jembrana,” pungkas Dresta.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan secara komprehensif, tidak hanya dengan memperbaiki tanggul yang jebol secara permanen, tetapi juga melakukan normalisasi melalui pengerukan sedimentasi agar ancaman banjir susulan dapat diredam. CAK/IJN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini