Remaja 16 Tahun Asal Banjar Pembuahan Lolos dari Maut Usai Coba Tolong Rekannya di Pantai Perancak

0
Petugas polisi di Pantai Perancak malam hari usai insiden dua remaja terseret arus
Petugas mengevakuasi kedua korban terseret arus deras di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu 25 Oktober 2026 malam. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Suasana liburan berujung duka di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu 25 Oktober 2026 malam. Nehayatus Jahro (16), seorang remaja putri asal Banjar Pembuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, berhasil lolos dari maut, setelah sempat terseret arus deras saat berupaya menolong rekannya.

Namun sayang, rekannya, Arrum Naila Habiba (21), warga Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret gelombang pasang tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat Nehayatus dijemput oleh Arrum untuk mengunjungi Pantai Perancak sekitar pukul 16.00 WITA. Kedua korban sempat menghabiskan waktu sore dengan duduk dan mengobrol di pinggir pantai.

Namun, situasi berubah mencekam ketika malam menjelang. Sekitar pukul 19.00 WITA, Arrum turun ke bibir pantai untuk mencuci muka. Tanpa disadari, kondisi air laut saat itu tengah pasang dengan gelombang tinggi. Arrum secara tiba-tiba terseret arus bawah laut yang kuat.

Melihat rekannya dalam bahaya, Nehayatus tanpa pikir panjang langsung bergegas memberikan pertolongan. Naas, derasnya arus justru ikut menyeret tubuh remaja berusia 16 tahun tersebut ke tengah laut. Beruntung, di tengah kepanikan dan perjuangan melawan maut, Nehayatus berhasil selamat dan terdampar di tepian pantai.

Ditemukan Warga Terpisah 50 Meter

Sekitar 30 menit kemudian, warga setempat yang berada di lokasi menemukan kedua korban telah terdampar secara terpisah dengan jarak sekitar 50 meter. Warga segera melakukan evakuasi darurat dan membawa keduanya ke Puskesmas II Jembrana untuk mendapatkan pertolongan medis.

Korban terseret arus mendapat perawatan di Puskesmas II Jembrana
Korban terseret arus mendapat perawatan medis di Puskesmas II Jembrana

Kasat Polairud Polres Jembrana, Iptu I Gede Ketut Suasnawa, saat dikonfirmasi pada Senin 26 Oktober 2026, membenarkan kronologi kejadian tersebut.

“Keduanya ditemukan warga secara terpisah. Keterangan korban selamat bahwa ia sempat menolong namun akhirnya ikut terseret,” jelas Iptu Suasnawa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas II Jembrana serta Tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban meninggal dunia. Pihak keluarga korban pun telah mengikhlaskan kepergian almarhumah dan menganggap kejadian ini sebagai musibah murni. Proses pemakaman telah dilangsungkan pada Senin pagi di pemakaman setempat.

Polisi Imbau Waspada Air Pasang

Menyusul kejadian tragis ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan pantai, khususnya pada malam hari atau ketika air laut sedang pasang guna menghindari ancaman bahaya terseret arus gelombang tinggi.

“Kami imbau untuk tidak sembarangan ke laut ketika air pasang karena sangat berpotensi terseret arus,” pungkas Iptu Suasnawa. CAK/IJN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini