
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus membayangi wilayah Jembrana hingga saat ini, Rabu 14 Oktober 2026. Antrean kendaraan tampak mengular panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), salah satunya di SPBU 54 822 13 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Jembrana.
Guna memastikan pendistribusian BBM berlangsung merata dan dapat menjangkau lebih banyak warga, pihak pengelola SPBU mengambil kebijakan tegas dengan membatasi jumlah pembelian harian. Untuk kendaraan roda dua, pembelian dibatasi maksimal Rp50.000, sedangkan untuk roda empat ditetapkan maksimal Rp150.000.
SPBU Batasi Pembelian BBM: Motor Maksimal Rp50 Ribu, Mobil Rp150 Ribu
Pengelola SPBU 54 822 13, Iskandar Alfan, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mengurai antrean dan mempercepat proses pengisian kendaraan di tengah keterbatasan pasokan.
“Pembatasan saya berlakukan karena banyaknya antrean panjang. Jadi untuk menghindari terlalu lama proses pengisian BBM, pembelian kami batasi. Untuk mobil maksimal Rp150 ribu dan sepeda motor maksimal Rp50 ribu. Kebijakan ini berlaku sejak kemarin dan alhamdulillah diterima dengan baik oleh para pelanggan,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, pasokan Pertalite sebanyak 16 ton yang masuk pada Selasa malam langsung diserbu pengendara. Hingga pukul 10.00 WITA, stok tersisa sekitar 3 ton dan diperkirakan akan habis total menjelang siang hari. Sementara itu, stok BBM nonsubsidi seperti Pertamax masih mengalami kekosongan sembari menunggu pasokan dari Pertamina Depo Manggis.
Kendati sebagian pengendara mengaku kecewa, terutama mereka yang hendak bepergian jarak jauh luar kota, warga tetap bertahan dan mengantre secara tertib.
SPBU Batasi Pembelian BBM: Warga Berharap Pemerintah Segera Tangani Kelangkaan
Made Dwi Hendra, salah seorang warga Desa Penyaringan yang hendak menuju Denpasar, berharap kelangkaan ini segera mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah.
“Pembeliannya dibatasi, saya hanya diberi maksimal Rp150 ribu per mobil. Saya mau ke Denpasar, semoga cukup sampai tujuan. Harapan kami kondisi ini bisa segera ditangani oleh pemerintah,” ungkap Made.
Hingga berita ini diturunkan, Pertalite menjadi satu-satunya jenis BBM yang masih tersedia secara terbatas di lokasi tersebut, sementara jenis BBM lainnya masih menunggu jadwal pengiriman lanjutan. CAK/IJN

