SPBU di Jembrana Kosong Pertalite, Warga Terpaksa Beli Turbo

0
SPBU Jembrana kosong Pertalite
Kondisi di salah satu SPBU di kota Jembrana yang mengalami stok pertalite dan Pertamax telah kosong, Senin 12 Oktober 2026. Sumber foto: cak/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana mendadak mengalami kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Kondisi yang berlangsung sejak Minggu sore 11 Oktober 2026 kemarin ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memicu keluhan massal.

SPBU Jembrana Kosong Pertalite, 14 SPBU Kehabisan Stok

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak 14 SPBU yang beroperasi di wilayah Jembrana kompak kehabisan stok Pertalite dan Pertamax yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tersebut.

“Pertalite itu (kosong) dari jam 5 sore kemarin, kalau Pertamax jam 8 malam. Sampai saat ini belum ada pengiriman. Stok yang tersisa saat ini Pertadex dan Pertamax Turbo,” ujar Made Dwi Sugiatmaja, karyawan SPBU 54 822 16, ditemui Senin 12 Oktober 2026.

SPBU Jembrana kosong Pertalite
Kondisi di salah satu SPBU di kota Jembrana yang mengalami stok pertalite dan Pertamax telah kosong, Senin 12 Oktober 2026. Sumber foto: cak/IJN.

Warga Terpaksa Beli Pertamax Turbo

Dampak kelangkaan ini dirasakan langsung oleh para pengendara. Banyak warga yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan dan terpaksa mendorong kendaraan mereka hingga berkilo-kilometer karena pedagang eceran di sepanjang jalan turut kehabisan pasokan.

Salah satu korban kelangkaan, Yayan, buruh proyek asal Bandung yang bekerja di Jembrana, mengaku harus mendorong sepeda motornya sejauh hampir lima kilometer demi mencari bahan bakar.

“Tadi di warung-warung tidak ada eceran. Jauh saya dorong motor dari sebelum perempatan sana. Sudah capek dorong jauh, bensin habis, akhirnya terpaksa beli Pertamax Turbo,” tutur Yayan.

Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Ni Wayan Kartini. Tanpa adanya pilihan lain di SPBU, ia terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertamax Turbo yang harganya mencapai hampir Rp20.000 per liter, jauh lebih mahal dibandingkan Pertalite maupun Pertamax biasa.

“Karena tidak ada persediaan lain, Pertamax biasa tidak ada, Pertalite juga tidak ada. Ya terpaksa beli Pertamax Turbo walau harganya mahal,” ungkap Kartini.

Saat ini, 14 SPBU di Jembrana hanya melayani pembelian BBM jenis Pertamax Turbo, Pertadex, dan Solar. Pengendara dan pelaku usaha kecil berharap pihak terkait segera mendistribusikan kembali pasokan Pertalite dan Pertamax agar mobilitas serta mata pencaharian warga tidak terus terganggu. CAK/IJN

Baca juga:
Aksi Heroik Nelayan Selamatkan Pria Jember di Gilimanuk
Dua Jam Lebih Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Kebun Bambu di Lelateng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini