Kerusakan Jaringan Pipa Akibat Banjir Tahun Lalu Picu Krisis Air Bersih Warga Pangkung Manggis

0
27
BPBD Jembrana melakukan asesmen dampak krisis air bersih warga di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan BB Agung, Kecamatan Negara, Jembrana Sabtu 8 Agustus 2026. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Warga Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, kini tengah berjuang menghadapi krisis air bersih. Kondisi pelik ini dipicu oleh hancurnya jaringan pipa utama di hulu Sungai Pangkung Gayung akibat terjangan banjir yang terjadi pada bulan September tahun lalu.

Merespons keluhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana turun tangan melakukan asesmen lapangan pada Sabtu 8 Agustus 2026. Tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, aparat Kelurahan Baler Bale Agung, Kepala Lingkungan, Babinsa, dan pengurus sekaa swadaya air menyusuri aliran sungai sepanjang tiga kilometer, mulai dari Jembatan Pangkung Gayung menuju ke arah hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, memastikan bahwa krisis air bersih ini murni disebabkan oleh infrastruktur yang luluh lantah akibat bencana.

“Kerusakan utama yang mengganggu distribusi air bersih ini ada pada jaringan pipa di bagian hulu, yang hancur akibat dampak banjir pada 9 September 2025 lalu,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Minggu 9 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil penyisiran tim di lapangan, ditemukan fakta kerusakan yang cukup parah, di antaranya, 7 titik kerusakan pipa di sepanjang jalur distribusi, 520 meter pipa berukuran 3 dim rusak berat, 25 meter pipa berukuran 4 dim hancur dan jebolnya bendungan (empelan) air di bagian pinggir, sehingga tidak mampu menampung debit air secara maksimal.

Mirisnya, kerusakan infrastruktur vital yang telah berlangsung hampir setahun ini tak kunjung tertangani akibat minimnya pendanaan. Keterbatasan biaya dari kelompok sekaa swadaya air masyarakat menjadi faktor utama belum adanya perbaikan komprehensif hingga saat ini.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, BPBD Jembrana tengah merumuskan solusi strategis. Solusi tersebut mencakup penggantian pipa yang rusak serta memindahkan titik pengambilan air masyarakat ke area yang lebih hulu, yakni pada bendungan subak.

“Jadi penanganan jangka pendek dapat dilakukan melalui perbaikan atau penggantian pipa yang rusak, serta pemindahan titik pengambilan air dengan penambahan pipa ukuran 4 dim sepanjang kurang lebih 30 meter,” jelas Agus.

Meski demikian, Agus menggarisbawahi perlunya mitigasi jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa jaringan pipa yang berada tepat di bantaran sungai memiliki risiko tinggi untuk kembali hancur apabila terjadi lonjakan debit air atau banjir susulan. Diperlukan kajian komprehensif dan solusi permanen dari pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi warga Pangkung Manggis di masa mendatang. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here