Dikpora Jembrana Akan Evaluasi SD Sepi Murid Baru

0
53
Suasana salah satu SD di Kecamatan Melaya. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana bersiap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap belasan Sekolah Dasar (SD) negeri yang minim pendaftar pada tahun ajaran 2026/2027. Pengkajian ulang ini menguatkan kembali rencana regrouping atau penggabungan sekolah demi efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

Berdasarkan data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sebanyak 21 dari 181 SD di Jembrana tercatat hanya menerima kurang dari 10 siswa baru. Sebagian besar di antaranya tersebar di Kecamatan Mendoyo (12 SD), Pekutatan (4 SD), Jembrana (3 SD), dan Melaya (2 SD). Bahkan, salah satu sekolah seperti SDN 5 Pohsanten dilaporkan hanya mendapatkan dua murid baru.

Kepala Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan secara serta-merta menggabung sekolah tanpa analisis mendalam. Evaluasi akan berfokus pada pemetaan potensi anak usia sekolah, kondisi demografi desa, ketersediaan guru, hingga jarak tempuh ke sekolah terdekat.

“Strateginya salah satunya memang regrouping, tetapi tidak akan kami paksakan. Sekolah yang berdekatan dengan sekolah lain dan jumlah siswanya terus minim selama beberapa tahun berturut-turut, itulah yang menjadi prioritas,” ujar Anom saat dikonfirmasi, Senin 20 Juli 2026.

Anom menyentil beberapa sekolah yang sebelumnya sempat ditunda penutupannya karena klaim pemerintah desa dan komite setempat yang menyatakan masih memiliki potensi murid. Namun, fakta penerimaan tahun ini menunjukkan keterisian siswa tetap sangat rendah. Hal inilah yang akan ditagih dan dievaluasi kembali oleh pihak dinas bersama instansi terkait.

Kendati demikian, pertimbangan geografis tetap menjadi faktor penentu. Sekolah yang minim murid namun berada di wilayah terisolasi atau jauh dari sekolah lain, seperti SDN 3 Asahduren yang hanya mendapat empat siswa, dipastikan tidak akan terburu-buru digabung demi menjamin akses pendidikan masyarakat.

Dikpora Jembrana juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, sebab regrouping murni merupakan penggabungan manajemen operasional sekolah agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih efektif, bukan penutupan akses pendidikan.

Sebagai informasi, Pemkab Jembrana pada awal Januari 2026 lalu telah merestrukturisasi tiga SD negeri melalui skema penggabungan. Evaluasi terbaru ini diprediksi akan menentukan nasib sekolah-sekolah lain yang masih mengalami krisis peserta didik secara berkelanjutan. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here