
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mulai memetakan potensi kekeringan seiring musim kemarau yang telah melanda selama dua bulan terakhir. Kendati ancaman krisis air nyata di depan mata, BPBD menyatakan hingga saat ini belum ada satu pun laporan atau permintaan bantuan air bersih yang masuk dari masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengakui bahwa potensi kekeringan tahun ini memang ada, terlebih dengan adanya prediksi musim kemarau yang lebih panjang dari tahun lalu. Namun, ia menekankan bahwa situasi di lapangan sejauh ini masih relatif terkendali.
“Kemarau sudah berjalan dua bulan. Potensi kekeringan ada, tapi sejauh ini belum ada warga yang mengajukan permintaan air,” ujar Agus, Senin 6 Juli 2026.
Meski belum menerima keluhan dari warga, BPBD Jembrana tidak ingin kecolongan. Berdasarkan hasil pemetaan, wilayah utara Jembrana yang memiliki topografi dataran tinggi menjadi fokus perhatian utama karena memiliki riwayat kerentanan yang cukup tinggi.
Beberapa titik rawan yang masuk dalam pengawasan ketat antara lain, Desa Penyaringan, Kelurahan Pendem serta wilayah perbukitan lain dengan rekam jejak krisis air pada kemarau sebelumnya.
Menyikapi prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai tingginya potensi kekeringan tahun ini, BPBD Jembrana telah bergerak cepat melakukan koordinasi vertikal dan horizontal. Langkah konkret yang diambil meliputi, rapat koordinasi pusat, untuk menyelaraskan strategi kesiapsiagaan bencana dengan pemerintah pusat.
Mitigasi sektor pertanian dengan menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada lahan pertanian warga, bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga.
Sebagai langkah jemput bola, Agus Artana mengimbau masyarakat agar tidak menunda untuk melapor jika wilayahnya mulai kesulitan mengakses air bersih. Warga diharapkan segera mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa setempat agar bisa langsung ditindaklanjuti dan disalurkan oleh armada BPBD. CAK/IJN

