
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, resmi memulai proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Pada tahun ini, sekolah unggulan tersebut meningkatkan kuota daya tampung menjadi 400 siswa yang terbagi ke dalam 10 Rombongan Belajar (Rombel), dengan kapasitas 40 murid per kelas. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya menampung 344 siswa.
Kepala Sekolah SMPN 1 Negara, I Ketut Tastra, menjelaskan bahwa proses penerimaan murid baru kali ini dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama membuka tiga jalur seleksi, yakni Jalur Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi. Sementara itu, tahap kedua khusus dialokasikan untuk Jalur Domisili (Zonasi).
”Bagi calon siswa yang belum beruntung dan tidak diterima pada tahap pertama melalui jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi, mereka masih memiliki kesempatan untuk mendaftar kembali melalui jalur domisili di sekolah tujuan masing-masing,” ujar I Ketut Tastra saat ditemui di sekolah, Senin 29 Juni 2026.
Proses seleksi tahap pertama sendiri telah selesai dilaksanakan. Pengumuman kelulusan juga sudah diumumkan secara transparan pada Senin 29 Juni 2026 melalui situs web resmi sekolah, media sosial, serta papan pengumuman fisik.
Didampingi Wakil Kepala Sekolah, IB Ardika, Tastra mengungkapkan bahwa animo masyarakat Jembrana untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMPN 1 Negara sangat tinggi. Pada tahap pertama, tercatat ada 102 pendaftar dari jalur prestasi, 58 pendaftar jalur afirmasi, dan 13 pendaftar jalur mutasi. Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 173 murid dinyatakan resmi diterima.
Meskipun antusiasme membludak, kuota keseluruhan untuk tahap pertama ini belum terpenuhi secara penuh jika mengacu pada target daya tampung. Sesuai regulasi, kuota jalur prestasi minimal sebesar 25%, afirmasi minimal 20%, dan mutasi maksimal 5% dari total daya tampung 400 siswa.
”Sisa kekurangan kuota sekitar 270-an kursi akan kami penuhi melalui pendaftaran tahap kedua, yaitu lewat jalur domisili,” tambah Tastra.
Mengenai potensi kelebihan daya tampung, pihak sekolah akan melakukan seleksi ketat sesuai kapasitas yang tersedia. Jika nantinya terjadi kelebihan kuota setelah semua tahapan ditutup, pihak sekolah akan menyerahkan keputusan dan koordinasi selanjutnya kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Didikpora) Jembrana.
Kendati demikian, Tastra memprediksi jumlah pendaftar akan tetap proporsional. Sebelum SPMB dibuka, pihak sekolah telah melakukan pemetaan dan pendataan terhadap lulusan Sekolah Dasar (SD) yang masuk dalam zonasi SMPN 1 Negara. Berdasarkan data riil di lapangan, jumlah lulusan SD di zona tersebut sebenarnya tidak mencapai 400 anak.
”Namun, karena jalur prestasi membuka kesempatan bagi siswa berprestasi dari luar zona untuk ikut mendaftar, kami tetap mengusulkan dan menyediakan kuota maksimal hingga 400 siswa atau 10 kelas pada tahun ini,” pungkasnya. CAK/IJN

