Wadahi Kreativitas Sastra Pelajar Jembrana, Sarasastra SMANTA Bersua ke-2 Hadir Lebih Interaktif

0
48
Lomba menulis puisi dan cerpen yang diikuti siswa siswi SMP/Mts se Jembrana dalam kegiatan Sarasastra SMANTA Bersua ke-2 yang diselenggarakan SMAN 3 Negara di tepi Pantai Baluk Rening, Senin-Selasa, 27-28 April 2026. Sumber Foto : SMANTA/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – SMAN 3 Negara kembali menggelar kegiatan sastra Sarasastra SMANTA Bersua ke-2 pada tanggal 27-28 April 2026 di tepi Pantai Baluk Rening atau di kawasan depan hotel Hapel.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti siswa SMP/MTs se-Kabupaten Jembrana. Kegiatan Sarasastra tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya. Tahun ini, Sarasatra menghadirkan konsep yang lebih interaktif dan kreatif.

Tidak hanya lomba cipta puisi dan cerpen, acara juga diisi dengan variasi pensi serta workshop kreatif sehingga suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan bermakna. Peserta tidak hanya fokus pada lomba, tetapi juga bisa belajar dan menikmati setiap rangkaian kegiatan yang ada.

Ketua panitia, Dian Ayu Retno Cucu Perwira mengatakan kegiatan tahun ini merupakan hasil pengembangan dari Sarasastra sebelumnya (Sarasatra bersuara #1).

“Proses awal dimulai dari mengevaluasi kegiatan tahun sebelumnya. Dari sana, panitia mencoba menghadirkan kegiatan yang lebih menarik, dengan merumuskan ide dan konsep baru yang lebih segar dan relevan dengan minat siswa” ujarnya.

Kendati menemui beberapa kendala persiapan, terutama terkait waktu dan langkah koordinasi. Namun berkat kerjasama panitia yang kompak, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar.

Tema “Merangkai Kata di Pelukan Semesta” diangkat pada Sarasastra tahun ini. Tema ini mengilustrasikan atau menggambarkan tentang kebebasan berekspresi melalui karya sastra dengan menjadikan alam dan kehidupan sebagai sumber inspirasi.

Tema ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk menuangkan pengalaman dan pandangan mereka ke dalam karya sastra serta lebih peka terhadap lingkungan dan menuangkannya dalam bentuk karya sastra.

Kepala SMAN 3 Negara, I Made Sudarsa, menyampaikan kegiatan ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat siswa di bidang literasi.

“Sarasastra ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar menulis, membaca dan mencintai sastra Indonesia, ” ujarnya. Ia juga melihat antusiasme peserta yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

“Anak-anak terlihat sangat senang dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan kegiatan ini mendapat respons yang baik,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kegiatan sastra seperti ini juga memiliki nilai lebih dalam membentuk karakter siswa. “Saya sangat mengapresiasi siswa yang memiliki minat di bidang sastra, karena dari sini mereka juga belajar tentang karakter yang baik untuk masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa siswi yang mengikuti, terutama berkaitan dengan penulisan karya sastra.

“Cerita saya tentang seorang perempuan yang merasa tertinggal dan banyak tekanan, tapi akhirnya berani bangkit dan menentukan hidupnya sendiri,” ujar Ni Nyoman Tara Sikha Ayudya Pertiwi dari SMPN 1 Negara, peraih juara pertama lomba penulisan cerpen. Dalam cerita ini Tara mengangkat cerita tentang kehidupan remaja yang penuh tekanan. Idenya itu berangkat dari kehidupan sehari-hari.

“Inspirasinya dari realita remaja sekarang, banyak yang merasa minder karena melihat orang lain lebih dulu berhasil,” ujarnya. Ia pun ingin berpesan kepada pembaca bahwa masa depan itu tidak selalu langsung terlihat, tetapi harus berani melangkah.

Sementara, peraih juara pertama lomba cipta puisi, Ni Komang Tri Anjani Putri asal SMPN 1 Mendoyo, menulis puisi tentang tentang seorang anak yang dipaksa menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Di dalam tertera makna supaya bisa mencari jati diri sendiri. Dalam proses pembuatannya, diakui tidak mudah, terutama saat merangkai kata-kata supaya indah.

Baginya kegiatan seperti cukup bermanfaat dan bersyukur bisa mengikutinya hingga selesai. “Menurut saya lomba ini bukan hanya untuk mencari juara, tapi juga untuk menemukan bakat dan jati diri,” ujar Tri Anjani.

Tampak kegiatan sastra Sarasastra SMANTA Bersua ke-2 berjalan sesuai rencana, meskipun dengan suasana hujan. Selain lomba menulis puisi dan cerpen, juga diwarnai pelatihan workshop penulisan puisi dan cerpen serta penampilan seni.

Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, berbagi pengalaman serta dapat menumbuhkan minat menekuni seni sastra sejak dini. SMANTA/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here