Simak Jadwal Penutupan Ketapang Gilimanuk, Peringatan Nyepi 2026 dan Skema Mitigasi Arus Mudik Lebaran

0
39
Suasana antrean kendaraan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu. Sumber foto: istimewa/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA– Otoritas pelabuhan resmi mengumumkan penutupan sementara arus penyeberangan menuju Pulau Bali dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1948, yang diperkirakan jatuh pada Kamis (19/3/2026).

Layanan kapal feri pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai-Lembar akan berhenti beroperasi total selama 24 jam penuh.

Langkah ini bertujuan menghormati kekhusyukan umat Hindu di Bali yang sedang menjalankan ritual Catur Brata Penyepian.

“Operasional penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk akan kami tutup sementara mulai Selasa pagi hingga Rabu pagi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, saat memberikan keterangan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Penutupan jalur laut ini mulai berlaku di Pelabuhan Ketapang pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat. Pelabuhan Gilimanuk, mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat.

Pelabuhan Lembar (NTB) dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 waktu setempat. Dan di Pelabuhan Padang Bai mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 waktu setempat.

Seluruh armada kapal akan bersandar pada dermaga masing-masing dan tidak melayani pengangkutan penumpang maupun kendaraan logistik serta pribadi.

Pihak otoritas mengimbau masyarakat agar mengatur jadwal perjalanan lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan pada area parkir pelabuhan.

“Kami menghentikan seluruh layanan penyeberangan guna mendukung kelancaran pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi di seluruh wilayah Provinsi Bali,” kata Aan.

Pemerintah segera menyiapkan pelabuhan untuk menghadapi lonjakan arus mudik Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada awal April mendatang.

Volume kendaraan kemungkinan besar akan meningkat tajam sehingga memerlukan skema pengaturan lalu lintas yang jauh lebih ketat dari tahun sebelumnya.

Petugas akan menerapkan sistem penundaan perjalanan atau delaying system pada kantong parkir jika terjadi antrean panjang menuju dermaga.

“Pihak otoritas pelabuhan sudah menyiapkan skema mitigasi guna menghadapi kepadatan arus mudik yang berdekatan dengan momen Nyepi,” jelasnya.

Pengelola pelabuhan juga menambah jumlah loket pembayaran tiket elektronik guna mempercepat proses administrasi kendaraan yang akan masuk ke dalam kapal.

Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan identitas serta barang bawaan secara intensif demi menjaga stabilitas keamanan selama masa angkutan Lebaran.

Masyarakat wajib melakukan reservasi tiket secara daring melalui aplikasi resmi guna menjamin ketersediaan ruang muat kapal pada jam keberangkatan.

“Kami menyarankan para calon penumpang agar membeli tiket melalui aplikasi daring minimal satu hari sebelum jadwal keberangkatan menuju Bali,” tutur Aan.

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada kelaikan armada kapal melalui pemeriksaan uji petik secara berkala oleh otoritas keselamatan pelayaran.

Hal ini sangat penting untuk memastikan seluruh fasilitas keselamatan seperti sekoci dan pelampung tersedia dalam jumlah cukup bagi penumpang.

Sinergi antara pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, serta tertib bagi masyarakat.

“Faktor keselamatan merupakan prioritas paling utama sehingga setiap kapal wajib melewati pemeriksaan teknis sebelum kami izinkan berlayar kembali,” pungkas Aan. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here