
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Teka-teki penanganan jenazah Piero Guicciardi (34), warga negara Swiss yang ditemukan meninggal dunia di sebuah vila di Desa Medewi, kini menemui kepastian. Pihak keluarga yang terbang langsung dari Swiss secara tegas menyatakan menolak proses otopsi terhadap jenazah korban.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menjelaskan bahwa orang tua Piero telah tiba di Jembrana pada Sabtu 28 Februari 2026 sore. Dalam pertemuan bersama pihak kepolisian, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian Piero secara penuh.
”Pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi; mereka menerima kematian korban,” ujar AKBP Citra, Minggu 1 Maret 2026.
Dengan adanya penolakan otopsi tersebut, fokus penanganan kini beralih pada proses persemayaman terakhir. Jenazah akan segera dipindahkan dari Jembrana menuju Denpasar.
Pihak keluarga sepakat untuk melakukan kremasi dalam waktu dekat. “Pelaksanaan kremasi dijadwalkan antara Minggu atau Senin, sembari menunggu koordinasi final dengan pihak Konsulat Swiss,” jelasnya.
Meski penyebab pasti kematian tanpa otopsi tidak akan terungkap secara medis mendalam, keputusan keluarga ini menutup upaya investigasi yang sebelumnya direncanakan pihak berwajib. CAK/IJN

