
InfoJembrana.com | DENPASAR- Jalur menuju Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Suwung kini lumpuh total akibat penutupan operasional sejak pagi tadi. Ratusan truk pengangkut sampah terjebak dalam antrean panjang yang mengular hingga mencapai kawasan Jalan Pulau Serangan. Aparat kepolisian dari Polsek Denpasar Selatan berjaga ketat guna mengantisipasi potensi kericuhan dari para sopir truk yang tertahan.
“Kami melakukan penjagaan ini untuk menjaga kondusifitas wilayah atas kebijakan penutupan operasional TPA bagi kiriman sampah baru,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Pariyoga, saat meninjau lokasi pada Minggu, 1 Maret 2026.
Petugas kepolisian berdiri siaga di depan pintu gerbang utama untuk menghalau truk yang terus berdatangan. Suasana di lapangan tampak tegang karena para sopir menolak memutar balik kendaraan mereka ke pool masing-masing. Mereka memilih memarkirkan armada di bahu jalan sehingga memicu kemacetan parah bagi kendaraan pribadi lainnya.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan TPA Suwung dalam kondisi tertutup dan aktivitas pembuangan sampah memang tidak bisa dilayani lagi,” beber AKP Agus Adi Pariyoga kepada awak media di tengah kerumunan sopir.
Kondisi gunungan sampah di dalam area TPA Suwung kini sudah mencapai ketinggian puluhan meter. Lahan pembuangan sudah melebihi kapasitas maksimal sehingga sangat membahayakan keselamatan para pekerja di lokasi tersebut. Pemerintah daerah setempat terpaksa menghentikan layanan karena risiko longsoran sampah yang dapat menimpa alat berat.
“Alat berat excavator milik DLHK Denpasar dan Badung berada di posisi standby namun operator serta petugas pos timbang tidak bertugas,” ungkapnya.
Banyak sopir truk memilih menginap di dalam kabin kendaraan demi menjaga urutan antrean mereka. Mereka khawatir kehilangan posisi paling depan jika sewaktu-waktu pemerintah membuka kembali gerbang pembuangan sampah. Ketidakpastian jadwal pembukaan TPA ini membuat para pekerja swakelola sampah merasa sangat frustrasi dan merugi.
“Para sopir truk bertahan di lokasi karena mereka berharap operasional TPA Suwung segera dibuka kembali oleh pihak pengelola,” kata seorang koordinator lapangan armada angkutan sampah yang enggan disebutkan namanya.
Situasi darurat ini mengancam kebersihan lingkungan di wilayah pusat pariwisata seperti Denpasar dan Badung. Sampah rumah tangga mulai menumpuk di depo-depo kecil karena armada pengangkut belum bisa membuang muatannya. Masyarakat mendesak pemerintah Provinsi Bali segera mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST secara maksimal.
“Kami menuntut pemerintah daerah segera memberikan solusi nyata terkait lokasi pengganti pembuangan sampah akhir yang lebih layak,” ujar Wayan salah seorang sopir truk. (GA/IJN).

