Paddock Road Race Jembrana Memanas, Dua Tim Balap Sempat Adu Jotos

0
10
​Kedua tim pembalap Ajang Dinar Jegeg Bali Road Race Championship 2026 Seri 3 di sirkuit non-permanen Jalan Surapati, Jembrana, sepakat berdamai usai aksi kericuhan dan keributan antar-tim pecah hingga berujung adu jotos di area paddock, Sentral Parkir Pemkab Jembrana, Minggu 4 Oktober 2026. Sumber foto: ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – ​Ajang Dinar Jegeg Bali Road Race Championship 2026 Seri 3 di sirkuit non-permanen Jalan Surapati, Jembrana, diwarnai aksi kericuhan. Tegang sejak lintasan, keributan antar-tim pembalap akhirnya pecah hingga berujung adu jotos di area paddock, Sentral Parkir Pemkab Jembrana, Minggu 4 Oktober 2026.

​Insiden dipicu kecelakaan yang dialami pembalap berinisial P pada lap pertama. Tak terima dengan kondisi tersebut, pihak tim P diduga mencoba menghentikan paksa perlombaan agar balapan diulang. Tensi kian memuncak saat P disinyalir melempar sepatu ke arah pembalap KA di tengah lintasan balap.

​Usai garis finish, KA bersama timnya mendatangi area paddock P untuk meminta klarifikasi. Diskusi tersebut langsung berubah panas hingga adu fisik tak terhindarkan sebelum akhirnya dilerai oleh panitia dan aparat keamanan.

​Kapolsek Kota Jembrana, Ipda Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra, membenarkan terjadinya keributan massal di area paddock tersebut. Meski kepolisian bersiaga untuk mengamankan lokasi hingga kondusif pada Minggu malam, kedua pihak memilih berdamai secara kekeluargaan tanpa membuat laporan polisi.

“Ngih benar kemarin ada sedikit ketersinggungan antara pembalap dan official di Paddock. Namun sudah sepakat diselesaikan dengan kekeluargaan di fasilitasi oleh panitia, kita mengamankan saja, sampai pukul 19.00 sudah bubar dengan aman,” jelas Kapolsek Ngurah Agus, dikonfirmasi, Senin sore.

​Namun, buntut dari kericuhan tersebut berbuntut panjang bagi karir sang pembalap. Ketua Panitia, I Komang Alex Trio Junika, menegaskan bahwa P beserta timnya resmi didiskualifikasi dari kejuaraan. Mengingat aksi ketegangan ini bukan kali pertama dilakukan oleh pihak P, panitia juga mengambil langkah tegas dengan mengajukan sanksi berat.

​”Kami sudah bersurat ke IMI dan disetujui untuk mem-blacklist yang bersangkutan beserta timnya,” tegas Alex. Sanksi pemblokiran ini resmi melarang P dan timnya berlaga di seluruh ajang balap wilayah Bali. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here