Gilimanuk Lengang Siang, Malam Kendaraan Mengular Kembali

0
11
Kondisi antrian kendaraan di areal parkir dalam Pelabuhan Gilimanuk, Kamis siang 1 Oktober 2026. Sumber foto:Ist /IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pelabuhan Gilimanuk belum sepenuhnya terbebas dari ancaman kemacetan. Meski kawasan pintu masuk Bali ini tampak relatif lengang dan lancar pada siang hari, potensi penumpukan kendaraan justru mengintai dan kerap berulang saat sore menjelang malam.

Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Kukuh Emanuel, dikonfirmasi pada Kamis 1 Oktober 2026, mengungkapkan, kondisi pada siang hari, arus lalu lintas menuju pelabuhan bergerak lancar tanpa adanya antrean panjang hingga Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk.

“Namun, kondisi landai di siang hari ini tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa persoalan kemacetan telah usai, mengingat pola kepadatan di lintasan Jawa–Bali belakangan ini sangat dinamis,” ujarnya.

AKP Kukuh juga mengungkapkan bahwa puncak pergerakan kendaraan kini cenderung bergeser dan sulit diprediksi. Penumpukan paling sering mulai terlihat selepas waktu magrib.

“Siangnya lengang, namun di dalam (parkir Pelabuhan) masih padat kendaraan. Nanti setelah magrib biasanya mulai antrean. Sekarang sulit diprediksi, tiba-tiba bisa menumpuk. Tapi mulai sore yang paling sering,” jelasnya.

Penyebab utama dari fluktuasi ini tak lepas dari situasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang hingga kini belum sepenuhnya terurai. Antrean kendaraan di sisi Ketapang bahkan sempat mengular hingga ke jalan nasional. Ketika gelombang kendaraan dari Jawa yang tertahan tersebut akhirnya diseberangkan secara bersamaan, lonjakan arus tiba-tiba langsung menghantam pelabuhan Gilimanuk di sisi Bali.

Menanggapi fenomena ini, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa proses penguraian antrean membutuhkan penanganan ekstra, terutama dalam mengatur kendaraan logistik berbobot besar demi menjaga keselamatan pelayaran.

“Kami terus mendorong agar pelayanan berjalan cepat dan efektif. Namun, setiap kendaraan yang masuk kapal tetap harus disesuaikan dengan kapasitas serta ketentuan keselamatan,” kata Media.

Sebagai langkah antisipasi, pihak ASDP kini menerapkan pola operasi dinamis. Distribusi kapal dan jadwal pelayaran disesuaikan secara real-time mengikuti tingkat kepadatan di kedua sisi dermaga. Selain mengoptimalkan armada, efektivitas bongkar muat dan penataan arus kendaraan di dalam area pelabuhan terus dipacu lewat koordinasi ketat bersama regulator serta kepolisian.

Meski pelabuhan tampak terkendali di siang hari, fenomena mengularnya kendaraan menjelang malam menjadi bukti bahwa pengguna jalan tetap perlu mewaspadai potensi kemacetan di lintasan penyeberangan vital ini. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here